Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Time Replayers

The Time Replayers

Kuambil pengeras suara dan mulai membacakan puisiku yang berjudul “Mahasiswa” Mahasiswa-mahasiswa Pembela orang-orang miskin Di kampung-kampung maupun kota Di pinggiran kali Di rumah-rumah nelayan Di pinggir apartemen mewah Di sisi mal yang megah Mahasiswa-mahasiswa Pembela mereka yang tertindas sampai hancur Mahasiswa-mahasiswa Melebur di antara rakyat miskin Membangun mimpi-mimpi yang terlumat
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai puisi tema sosial
Baca
+Pustaka
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

*** “Puisi kontemporer adalah puisi yang sudah tidak terikat dengan aturan baku puisi lama, puisi ini sifatnya lebih modern dan...” “Drew masih marah ya?” Tak kuperdulikan pertanyaan Shaniar. Aku memilih fokus pada penjelasan pak Ujung tentang puisi kontemporer. Lagian, beliau adalah guru favoritku, beliau pernah memberiku coklat satu kotak penuh karena berhasil menjawab pertanyaan dadakan beliau. Jadi, aku tidak mau melewatkan pelajarannya.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai puisi tema sosial
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai puisi tema sosial
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

See u! Jitak jitak jitaaak! Dasar Rinda gakda akhlaq. Beraninya mikir yang bukan-bukan saat suami ada di depan mata. hi hi hi Ah, daripada oleng, lebih baik menulis beberapa puisi lalu mengirimkannya di beberapa grup F*. Berikutnya larut dalam candaan ketika saling berbalas komentar untuk sekadar mengapresiasi atau memberi krisan.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai puisi tema sosial
Baca
+Pustaka
Kaisar Tunduk Padaku

Kaisar Tunduk Padaku

“Maka kita pastikan sistem yang peduli. Kita tekan madrasah, kasim, dan dewan: hanya yang berdarah sah yang boleh didengar.” Di kota, para penjual surat kabar dan catatan sastra mulai menjual ulang isi pidato An Ji, ditulis ulang dengan bahasa yang lebih indah dan dijilid seperti puisi rakyat. “Kalau mencintai rakyat membuat seseorang lemah, maka biarkan lebih banyak orang jadi lemah.” — ini menjadi kalimat paling dicetak ulang sepanjang bulan itu. Bahkan para pelukis jalanan mulai menggambar An Ji, berdiri di bawah tiang istana, tidak dengan mahkota, tapi dengan tangan kecil yang menunjuk ke langit.
968 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi tema sosial
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status