Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Bagaimana ini terhubung dengan pembunuhan?” “Ini bukan hanya kritik sosial, Kompol. Ayah saya melanjutkan dengan bait-bait yang lebih mengerikan. Ia menulis tentang bagaimana ‘pemurnian’ diperlukan. Bahwa hanya dengan membersihkan panggung dari kekotoran, keadilan sejati dapat ditegakkan. Lalu ada bagian tentang Karna.” Raka lalu membacakan bait kedua yang ia temukan.
965 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Harsa: “Masyaallah, siap laksanakan istri-istri saya yang cantik jelita penuh gembira😀😁.” Harsa: “Jadi gini, saya punya program untuk kesejahteraan keluarga kecil kita.” Harsa: “Masing-masing punya tugas untuk saling mendokumentasikan perjalanan hidup kita. Saya mencatatkan di versi AU tentang kejadian beserta hikmah-hikmah yang kita jalani sehari-hari, Ayu bikin slogan bermakna sindiran yang pura-puranya sebagai fiksi, dan Nyiur bikin puisi yang bertemakan jeritan hati terdalam. Itu POV-nya diri kalian masing-masing, kalau saya menyesuaikan wkwk. Intinya kita cosplay jadi author dalam diri kita sendiri.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Perjalanan Cinta Abadi

Perjalanan Cinta Abadi

Untuk itu, mereka mulai mencari inspirasi dari berbagai isu sosial yang ada di masyarakat. Alina terlibat dalam banyak kegiatan sosial, berinteraksi dengan berbagai komunitas untuk memahami lebih dalam permasalahan yang mereka hadapi. Dia kerap mengunjungi pusat-pusat komunitas, berbicara dengan korban ketidakadilan, dan mendengarkan kisah-kisah mereka yang jarang terdengar. “Kita harus merasakan apa yang mereka rasakan untuk bisa menggambarkannya dengan jujur di layar,” katanya pada suatu diskusi tim. Adrian, di sisi lain, menggali lebih dalam literatur sosial dan mendengarkan banyak cerita pribadi dari orang-orang yang mengalami ketidakadilan. Dia sering menghadiri seminar, membaca buku-bu
2.1K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Ia menatap setiap mahasiswa dengan lembut, memberikan ruang untuk mereka berpikir, merespons, dan menelusuri makna yang lebih dalam dari sekadar barisan kata. "Menurut saya," ujar seorang mahasiswi di barisan tengah, "puisi itu seperti lemari tua, ada banyak rahasia yang disembunyikan dalam tiap lacinya. Kita hanya bisa membuka satu-satu kalau kita cukup sabar."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Kata Damai tertera jelas. Kali ini, Shi Zhen mencuri kesempatan. [Kalau damai memang ada, dengan apa dia diukur? Perut kenyang, hati lapang] Dewan juri bertepuk tangan. Puisi ini menyentuh lapisan terdalam diri manusia. Rakyat damai jika tidak kekurangan makan. Hati mereka jadi lapang kalau tak perlu merisaukan hari esok.
1026.7K viewsCompletedAdded to Library 746 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Itulah fungsi sebenarnya mengapa dirinya ditugaskan untuk mengawalku. "Lumayan," jawabku tak berusaha untuk berbohong. Karena memang selama ini, aku tak pernah terlibat dalam kegiatan mahasiswa seperti sekarang. Bukannya tak tertarik. Justru dibandingkan dengan puisi yang romantis, aku lebih suka penulisan Wiji Thukul yang sarat akan perjuangan. Atau mungkin seruan-seruan Rendra yang membuat semangat berkobar. Aku hanya malas bertemu banyak orang.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Dream first class

Dream first class

Membalasnya dengan amarah yang tertahan. [Tidak bisa.] Ia pun membalas dengan bernegosiasi. [Ada lomba bikin puisi se-Indonesia. Temanya, ‘manusia.’ Kamu tinggal buat puisinya maksimal 4 bait, margin normal, diketik dengan font: Times New Roman, ukuran 12, spasi 1.5, dan Bionarasi maksimal 50 kata. Deadline-nya Desember tanggal 1. Syarat untuk mendaftarnya biar aku yang bikinkan. Mau, nggak?]
102.9K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as puisi tema sosial
Read
+Library
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Betul sekali, terima kasih Melia dan Jensen.” Aku menerangkan sedikit materi tentang puisi dan memberikan contoh puisi dari penyair-penyair hebat di Indonesia, seperti Chairil Anwar, Khalil Gibran, dan Sapardi Djoko Damono. Mereka sangat antusias membacakan puisi-puisi yang aku tampilkan lewat layar proyektor. “Nah, sekarang kalian coba tulis puisi mau tentang ayah, ibu, atau keduanya. Waktunya tiga puluh menit. Nanti Kakak periksa hasilnya.”
9.815.5K viewsOngoingAdded to Library 588 Times as puisi tema sosial
Show Reviews (11)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Karena sekaligus dies natalis sekolah, maka tak hanya tarian yang ditampilan, namun juga persembahan lainnya, termasuk kini ternyata ada beberapa siswi yang akan membawakan sebuah puisi di depan kami. Satu persatu mereka mempersembahkan puisi terbaik mereka. Ada dua orang. Namun ternyata, kami kaget ketika putriku sendiri nyatanya juga akan membawakan sebuah puisi. Aku sama sekali tidak tahu. Sejak kapan Afni bisa berpuitis? Sampai-sampai kini aku pun terkesima sejak awal dia membawakan. Puisi tersebut bertema orang tua. Semakin kagumnya, dia menyebut keempat orang tuanya di puisi tersebut. Dia punya ayah, mama, papa dan juga ibu. Aku sampai terharu mendengarnya.
1072.5K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as puisi tema sosial
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status