Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Romantis

Pendekar Romantis

Walaupun bukan ahli politik, tapi Malaki tahu juga sedikit-sedikit terkait dunia yang dikatakan kejam, tapi bisa membunuh secara halus siapapun. Karena politik bukan mengandalkan kekuatan ilmu silat atau kanuragan. Tapi murni adu silat lidah, sehingga politikus kadang sangat berbeda antara wajah dan hati, wajah bisa tersenyum tapi hati belum tentu sama. Sehingga banyak anekdot yang bilang, politik itu kejam, politik memang kejam karena tujuan politik hanya dua, yakni meraih jabatan setinggi-tingginya dan juga keuntungan sebesar-besarnya.
10134.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai puisi politik
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Menjadi Candu Sang Penguasa

Menjadi Candu Sang Penguasa

“Cepat atau lambat, kau akan segera membayar apa yang telah kau tuai--- mengganggu kekasihku, mempermalukannya di depan umum, merendahkannya dan membuat kebohongan besar.” Julian meneguk salivanya, ia ketakutan. Keringatnya bercucuran, kali ini tidak ada lagi suara bisikan. Ketika Sebastian muncul, ruangan ini mendadak sepi. Termasuk alunan musik klasik sudah tidak lagi terdengar sejak tadi.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi politik
Baca
+Pustaka
Hamil Anak Calon Wakil Presiden

Hamil Anak Calon Wakil Presiden

“Aku tidak bermaksud merendahkan, tapi... Ayahmu sudah berkali-kali mencalonkan diri jadi presiden, dan selalu gagal. Sekalinya berpasangan dengan Sulistyo, ayahmu menang mudah di putaran pertama. Kau tahu kenapa?” Mahendra tetap diam, sorot matanya meminta jawaban. “Karena Sulistyo licik,” lanjut Aisyah, dingin. “Sangat licik.” Mahendra menggeram, matanya menyala penuh rasa jijik. “Itulah sebabnya aku tidak pernah tertarik permainan kotor seperti politik! Aku muak dengan ambisi mereka!”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai puisi politik
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

tanya Ambu. "Ancaman musuh politik, di mana benar bisa menjadi salah dan salah menjadi benar, lawan jadi kawan dan kawan jadi lawan. Kejahatan mental dampaknya jauh lebih hebat ketimbang kejahatan fisik."
9.947.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi politik
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
GADIS POLOS MILIK PRESDIR KEJAM

GADIS POLOS MILIK PRESDIR KEJAM

Lalu ia melanjutkan ucapannya lagi "Kau merusak mobil ku dan hampir membuat ku mati, lalu kau ingin pergi seolah tidak bersalah, apakah itu pantas" "Tapi saya tidak punya uang tuan" Aleksa terisak sambil menahan sakit akibat cengkraman Candra. "Aku tidak peduli kau memiliki uang atau tidak, kau bisa membayarnya dengan cara lain" "Saya bukan wanita murahan" "Apa kamu pikir aku menginginkan mu, melihatmu saja aku tidak berselera"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi politik
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Kemudian, dia memandang para pejabat yang hadir dan berkata, "Para menteri sekalian, apakah ada di antara kalian yang ingin menandingi puisi Wira?" Begitu Senia melontarkan kata-kata itu, semua orang langsung terkejut. Puisi ini benar-benar luar biasa, lantas apakah ada yang berani bersaing? Itu ... itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri! Wira tampak tersenyum sinis. Puisi ini adalah salah satu dari sepuluh puisi yang paling berpengaruh di dunia! Ingin bersaing dengannya? Benar-benar lelucon!
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159.9K kali sebagai puisi politik
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Lama kelamaan komunikasi Bapak dan Pak Ardi terjalin dengan erat, dan sudah menjadi suatu kebiasaan untuk berhenti dahulu di warung sebelum Pak Ardi berangkat ke Gunung Sepuh ketika akan melakukan ritual. Bapak menjadi pendengar keluh kesah Pak Ardi selama memasuki panggung politik di negeri ini, yang tampaknya kita tahu semua bahwa politik itu penuh dengan intrik. Dan semua hal akan dilakukan untuk bisa menyingkirkan lawan politik yang kita hadapi, meskipun itu harus melalui cara-cara kotor dengan ritual-ritual seperti ini.
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.7K kali sebagai puisi politik
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Tahanan di Ranjang Sang Letnan

Tahanan di Ranjang Sang Letnan

" tanya si kurir ragu. "Politik adalah seni memutarbalikkan fakta hingga kebohongan terlihat seperti kebenaran yang suci," balas Pramana dengan senyum sinis. "Jika Pieter menginjakkan kaki di dermaga, dia tidak akan disambut oleh ajudan Gubernur Jenderal, melainkan oleh regu tembak polisi militer yang percaya bahwa dia adalah pengkhianat negara. "Dan Cempaka... dia akan dianggap sebagai korban yang mengalami gangguan jiwa."
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai puisi politik
Baca
+Pustaka
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

Ancaman itu kalau tidak segera ditumpas bisa menjadi virus yang menyebar. Luis menatap uang-uang yang ia masukkan ke dalam tas dengan iba. Harusnya dia bisa menggunakan uang ini untuk bersenang-senang, tapi malah diberikan kepada petugas licik dan tamak. Penjahat ada di mana-mana, yang paling mengerikan adalah yang berseragam resmi, menggunakan negara sebagai senjata. Para penjahat paling buruk yang pernah ada. Setelah tas terisi, Luis berdiri dengan lesu. Dengan berat hati, tidak rela memindahtangankan uangnya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi politik
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai puisi politik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status