Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

"Terlalu gombal. Rudra pasti akan muntah mendengarnya." Ia mengganti buku lain, sebuah puisi bertema perjuangan berjudul "Derap Ksatria Mahipura" "Darah menetes di ujung pedang, demi nusa kita menerjang! "Bagus, tapi tidak cocok dengan musik Wina. Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya.
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

jawab Mas Habibi "Perjuangan itu, ya, cuma perjuangan, sejarah dan Tuhan tidak mencatat kemenangan atau kekalahan, tetapi Gus ..., yang dicatat adalah perjuangan itu sendiri, Tuhan tidak menyuruh kita untuk sukses, tetapi Tuhan menuntut kita untuk berjuang tanpa henti. Ya ngoten niku pancene urip niki, nggeh nopo nggeh? (ya, seperti itulah hidup ini, iya apa iya?)" Perjuangan? Mereka sedang membicarakan masalah tersebut, entah bagaimana awalnya obrolan yang terlihat santai itu bermula, hanya saja, aku bisa menarik kesimpulan bahwa memang berjuang itu tidak boleh setengah-setengah. Seperti halnya diriku yang saat ini sedang berjuang untuk kehidupan rumah tanggaku biar langgeng dan awet, tubuh
106.1K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 273 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Ok sir," jawab Lusi. (Baik Pak,) Lusi akhirnya membacakan puisi yang berjudul Prajurit Tangguh. "You are a valiant young man, with a striped uniform and a long-barreled weapon that you always hold in your hand. You are a Tough Soldier, who is a lamp in the dark. Which becomes an umbrella when it rains, which becomes a comfort when we are sad. You are willing to die to protect the Republic of Indonesia, O tough soldier," ucap Lusi dengan semangat empat lima membacanya.
1014.9K viewsOngoingAdded to Library 416 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Dari Pecundang Jadi Pahlawan

Dari Pecundang Jadi Pahlawan

Dia tak menemukan bekas luka tembak yang dilakukan sahabatnya di malam perkelahian di bar, sepulangnya mereka dari tugas di perbatasan. “Jadi aku sudah tewas. Aku harus membalas dendam pada pengkhianat itu!” Amarah muncul di dadanya. ”Tapi kau tak berada di duniamu. Kau ada di sini, menempati tubuhku, hingga aku tak mampu membalaskan dendam keluarga dan melindungi adikku!” Suara asing itu terdengar ketus dan marah. Harvey terdiam beberapa waktu. Wajahnya sendu dan matanya memerah menahan emosi yang bergejolak.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Berjuang Napas Kembali

Berjuang Napas Kembali

Saat dia mulai bertindak, aku berteriak, "Yudi, apa kamu gila? Cepat hentikan!" Tapi tak peduli seberapa keras aku berteriak, dia sepertinya tidak mendengarku dan menggunting semuanya hingga hancur. Hatiku juga hancur. Karya-karya ini tidak hanya mencakup karya agungku, tetapi juga karya guruku. Setiap karya bisa disebut sebagai sebuah karya seni. Apalagi, guruku telah meninggal dunia selama bertahun-tahun. Sebelum dia meninggal, aku berjanji untuk menjaga barang-barang ini dengan baik.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ia tahu pertarungan ini bukan tentang kekuatan… tapi tentang siapa yang mampu menulis kebenaran dari dirinya sendiri. Pertarungan Dimulai Mereka tidak bertarung dengan fisik. Mereka menulis. Setiap kalimat yang ditulis mengubah dunia putih. Adrian kedua menulis, dan sebuah pedang muncul dari huruf-huruf rapi dan tegas: “Adrian yang bersih dari keraguan.” Adrian asli menulis, dan tercipta perisai dari serpihan luka: “Adrian yang pernah gagal, tapi tidak menyerah.”
1.9K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

Namun perkelahian tersebut akan membentuk karakter bangsa yang kuat dan pemberani. Tapi bukan berarti perkelahian memang benar-benar selalu diharapkan. Tidak demikian adanya. Tetapi Raja menginginkan agar setiap orang punya hak untuk mempertahankan harga diri dan menyelamatkan nyawa saat terancam. Boyxev menyeringai marah. “Membungkuk, atau duduk di bawah! Badan mu yang seperti dugong telah menghalangi pandanganku!” koarnya sambil nyengir.
858 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Nanti malam, dia berniat membakarnya. Tengah malam, Adeline berjongkok di halaman. Satu per satu pakaian dan sepatu bayi itu dilemparkannya ke dalam api. Api melahap setiap pakaian kecil itu. Menatap kobaran api merah itu, tenggorokan Adeline terasa seperti dicekik seseorang hingga nyaris membuatnya tidak bisa bernapas. "Adeline, apa yang sedang kau lakukan? Kau sudah gila?"
2.5K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as puisi tema perjuangan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status