Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Kata Damai tertera jelas. Kali ini, Shi Zhen mencuri kesempatan. [Kalau damai memang ada, dengan apa dia diukur? Perut kenyang, hati lapang] Dewan juri bertepuk tangan. Puisi ini menyentuh lapisan terdalam diri manusia. Rakyat damai jika tidak kekurangan makan. Hati mereka jadi lapang kalau tak perlu merisaukan hari esok.
1026.0K viewsCompletedAdded to Library 833 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

"Lapor! Saya mengajukan permohonan untuk mengaktifkan kembali nomor registrasi pokok dan menjadi seorang polisi penjaga perdamaian!" Suara Amelia Kanigara bergema di aula rapat yang luas. Di hadapannya berdiri rekan-rekan seperjuangan kakaknya semasa hidup. Mereka mengenakan seragam rapi, sementara bintang di pundak mereka berkilauan di bawah sinar matahari.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Janji Setia

Janji Setia

tunjuk Nuwa pada wajah Dayyan. “Permintaanmu tidak akan dikabulkan, Nona,” jawab salah satu hakim. “Aku bukan nona, aku sudah pernah menikah dan anakku gugur gara-gara dia. Apa dia tidak diberi hukuman?” Nuwa menuntut keadilan. “Akan ada sidang untuknya, terkait masalah itu, tetapi kasusmu jauh lebih penting, karena kau telah membuat kekacauan di negeri ini.”
106.1K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

“Apa kamu sudah sadar, Re? Manusia mengais-ngais keadilan dengan cara yang tidak adil, dan kamu adalah bagian dari Sistem itu.” Orang-orang itu tertawa cekikikan, lalu terbahak-bahak, menggema hingga ke udara. “Di balik pintu-pintu ini ada ribuan pintu lagi yang harus kamu lewati, dan kamu akan menjadi bagian dari orang-orang yang mendaki gunung-gunung kertas. Kamu harus mengais kertas demi kertas, demi sesuatu yang penting, yang harus kamu selesaikan. Barangkali sesuatu itu terselip di suatu tempat. Nah, Kamu punya apa? Ilmu? Uang? Kedudukan? Apa pun boleh kamu usahakan, yang penting selalu patuh pada Sistem, karena Sistem lebih penting daripada teori tentang prosedur, moral dan keadilan.”
1.8K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Sang Naga Bumi

Sang Naga Bumi

Hanya mereka yang menang, yang bisa merayakan. Jubah kekaisaran selalu berlumur darah, tangan mereka tak pernah bersih. Namun, selama mereka berhasil menjadi kaisar, catatan kejahatan mereka akan dihapus. Mereka akan menjadi manusia paling suci meski kenyataannya mereka adalah makhluk paling keji.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Aku nggak berjuang saat mereka menekanku. Aku terus mengalah dan berkompromi, terlalu lembut pada orang yang menyakitiku. Aku begitu bodoh." "Baiklah, kalau ada kehidupan setelah ini, apa yang kamu inginkan?" "Aku ingin di kehidupan selanjutnya, aku hidup tanpa beban, bersih dan bebas. Benar-benar hidup untuk diriku sendiri." Tuhan berbisik lembut, "Semoga di kehidupanmu yang akan datang, kamu bisa lebih egois." Dengan cepat, masa lalu itu berputar di depan mataku seperti sebuah film. Aku sekilas menyaksikan seluruh hidupku, dan setelah putaran terakhir, semua gambar-gambar itu lenyap begitu saja.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

Laskar pelangi Takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia Selamanya Lantunan lagu yang berjudul Laskar Pelangi dari Nidji itu dinyanyikan oleh anak jalanan yang tengah mengamen. Dengan lantang sesekali mereka tersenyum. Bahkan, Mei yang tadi sedih, kini ikut tersenyum. Ia mengambil selembar uang lima ribu dari saku nya yang kemudian ia berikan kepada anak yang membawa kaleng. Dalam hati Mei, sebenarnya sedih, karena ia hanya bisa memberi dalam jumlah yang banyak. "Terima kasih banyak, Kak."
2.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
DEADLY SCHOOL

DEADLY SCHOOL

"Terkadang Dunia memang menyebalkan, mau berusaha keras untuk melakukan apa yang kau inginkan dan kau anggap benar, itu semua akan hilang dan kalah dengan materi." "Jika kau ingin meminta keadilan, maka mintalah pada Tuhan." "Tapi aku yakin, keadilan pasti akan segera datang dalam bentuk apapun nantinya. Tuhan maha tahu," tegas Yuqi, lalu meninggalkan Nobu.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Menikahi Luka

Menikahi Luka

Satu persatu, barang dia lempar, bahkan sampai merusaknya. “Aaghrr! Ini enggak adil! Dunia terlalu sialan untuk aku yang baru dewasa! Kenapa takdir hidup harus sesakit ini, ya Allah!” teriaknya histeris. “Ya Allah, aku ingin pulang!” “Aku takut!” “Aku takut, ya Allah! Jemput aku, tolooong!”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

SERIBU WAJAH MANTAN ISTRIKU

“Filosofi bulan salah satunya adalah adil. Satu dari banyak makna dan perilaku bulan. Itu karena bulan dalam satu bulan akan muncul dengan totalitas. Totalitas wujudnya, totalitas waktunya. Setiap pertengahan bulan atau tanggal lima belas dia selalu muncul di tengah-tengah dengan wujud penuh. Seperti keadilan yang selalu mengambil jalan di tengah.” “Bulan mengingatkanku dengan Kak Riel. Seorang polisi yang dituntut harus lebih memahami tentang keadilan. Kak Riel harus bisa menyelesaikan masalah dan tidak boleh condong berat sebelah. Harus selalu bersikap totalitas di tengah dua pihak untuk menentukan keputusan seadil-adilnya.” Embun semakin melebarkan senyumnya, “mirip seperti bulan, kan?”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status