Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

kata Felicia. "Dalam hal apa? kebudayaan atau apa?" tanya Mrs. Hana. "Mungkin kita mulai dari tata negara terlebih dahulu," kata Felicia. "Lambang dan dasar negara?" tanya Wilson. "Mungkin," kata Felicia. "Lambang negara Indonesia adalah burung Garuda Pancasila dan dasar negara sudah pasti Pancasila. Burung Garuda Pancasila memang merupakan hal iconic bagi Indonesia," kata Mrs. Hana.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

Ia berkata-kata dalam hati. “Sila kelima? Pancasila? Di mana letak hubungannya antara percomblangan dengan Pancasila?” Beberapa saat Hekal masih berpikir, sekaligus mengingat-ingat bagaimana bunyi sila kelima dalam Pancasila. Ia sendiri tidak yakin, apakah Bang Fahmi—sebagai hasil didikan kurikulum lama—begitu menjiwai-nya terhadap Pancasila sehingga ia bisa menarik benang merah antara kisah asmara dengan salah satu butir dalam Pancasila?
9.447.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi bertema pancasila
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta

Misteri Cinta

Ia menerima ponsel yang dikembalikan Badai dengan kening berkerut. Aha! permainan mulai seru. Sabda duduk santai menunggu jawaban, atas pertanyaan tanpa tedeng aling-aling Ochi. Mereka berdua ini mempunyai kesamaan sifat yang hakiki sebenarnya. Sama-sama tunduk kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai acuan rem pakem, setiap ingin melakukan sesuatu. Benar-benar sikap yang terpuji bagi seorang guru dan aparatur negara bukan? Sabda ingin melihat bagaimana adik kakunya itu merevisi kata-katanya yang sudah sempat terucap tadi.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Hukum Penulisan Ulang Penulis yang Diundang memutar penanya di udara, dan tiba-tiba cahaya menyelimuti area sekitar makam. Di depan mereka, muncul sebuah meja tulis besar dari cahaya, dengan naskah setebal dua ribu halaman tergulung di atasnya. Ia mulai membaca: “Pasal 1: Dunia Pesantren dibentuk dari gabungan fiksi dan kepercayaan.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Playboy Kampus

Playboy Kampus

“Pasti cara berpikirnya akan memiliki banyak kesamaan. Jika cari jurusan yang lain, sastra juga cocok berpasangan dengan filsafat atau psikologi.” “Begitu, ya,” respon Winda dengan singkat. Winda dan temannya, kini sama-sama diam. Sementara, di depan sana, di bawah sorotan lampu, Beryl masih menyampaikan sambutannya. ***** Di papan pengumuman sedang tertera tengah terjadi kerusuhan mahasiswa. Beberapa saat yang lalu, pegawai tata usaha tengah menempel papan pengumuman itu. Di depan papan pengumuman, Winda masih asyik membaca pengumuman itu. Pengumuman lain, yang tertera di papan pengumuman itu menyangkut mahasiswa yang akan terjun dalam kegiatan antar kampus ke desa-desa.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Ruang itu menjelma menjadi sunyi yang menguap di antara helaan napas dan tetes keringat peserta ujian. Di papan tulis depan, tertoreh jelas: Ujian Praktik Balaghah - Semester 3. Tema : Keindahan Bahasa dalam Ayat Al-Quran & Sastra Klasik. Diam-diam, ada pengagum Nilna yang menorehkan untaian puisi Arab klasik untuknya. Bukan untuk mendekati, hanya sebatas penggemar yang dapat melihat, tapi tak bisa memiliki.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Bu Markonah adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI B yang membawakan materi tentang puisi. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang puisi. Ada yang sudah tahu definisi puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan setiap larik dan kata-katanya yang sangat diperhatikan,” kata Bu Markonah Seluruh siswa menyimak dan mencatat penjelasan Bu Markonah, tetapi Alexa malah sibuk mengecek ponselnya berulang kali. Danish masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Sleep With My Enemy

Sleep With My Enemy

jawab Ciara beralasan lalu mengambil tumbler di tasnya. Tak lama kemudian guru Bahasa Indonesia pun memasuki kelas. Pak Sastra Wijaya menyapa murid-muridnya dengan ramah lalu berkata, "Subtema kita pagi ini adalah puisi kontemporer. Bapak akan memberi tugas untuk kalian, buat sebuah puisi modern boleh berima atau tak terikat rima sebanyak tiga bait. Silakan dikerjakan hingga 30 menit ke depan ya!" "Baik, Paak!" seru para murid kelas 10-A kompak.
9.818.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai puisi bertema pancasila
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
agneslovely2014
Hai Kakak kakak Pembaca, terima kasih atas dukungan kalian untuk buku ini hingga bisa memenangkan lomba Dari Benci, Jadi Cinta di GN. Kini aku merilis buku terbaru berjudul Nona Muda, Mari Bercinta. Mungkin kalian akan suka dengan kisah Celia dan Morgan. Yuk dibaca dan kawal hingga tamat. Thank u.
Kania Putri
wah tamat aja gak berasa bacanya ini. suka semuanya berakhir bahagia happy ending ini. wah ada sekuel Vincent ya gak sabar aq menanti ceritanya yang baru kak. makasih kak cerita yang luar biasanya indah keten suka sama alur ceritanya
Baca Semua Ulasan
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai puisi bertema pancasila
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status