Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Dia teringat dengan seorang sastrawan zaman kuno yang bisa menciptakan sebuah puisi dengan mudahnya dalam tujuh langkah, sehingga hari ini dia meminjam puisi sastrawan tersebut. "Daun kacang dijadikan bahan bakar di bawah panci, sedangkan kacang menangis di dalam panci. Mereka tumbuh dari akar yang sama, kenapa harus saling membunuh?" Setelah mengatakan puisi itu, Wira menoleh dan melihat semua orang. Pandangan mereka tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, seolah-olah berpikir mengapa ada orang yang begitu berbakat di dunia ini. Penampilan Wira jelas seperti orang kasar yang hanya mengetahui beberapa huruf saja, tak disangka Wira menciptakan puisi ini.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239.4K kali sebagai puisi tentang daun
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Bab 1 Rumah bertipe 27 dengan cat hijau muda itu tampak dipenuhi daun kering yang berserakan karena terus dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. Daun-daun tersebut berasal dari pohon mangga di depan rumah yang daunnya berguguran di setiap musim panas itu. Daun kering itu terus menumpuk, bahkan sebagian yang berada di dasar juga mulai lembab dan membusuk.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi tentang daun
Baca
+Pustaka
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Pada akhirnya, Aldrian pun menghentikan omongannya. Aldrian tidak sanggup untuk bertanya, “Apa karena aku nggak punya apa-apa sekarang?” Saat Aldrian pulang ke rumah, pertanyaan itu masih berputar di dalam benaknya. Dia mengeluarkan sebuah buku dari rak buku. Isinya adalah kumpulan puisi klasik. Begitu membukanya, terdapat selembar pembatas buku. Pembatas buku itu terbuat dari daun pohon phoenix. Daun pohon phoenix itu sangat rapi dan indah. Di atasnya tertulis tulisan berwarna hitam. “Angin barat semalam menggugurkan daun-daun hijau dari pepohonan.”
8.91.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53.3K kali sebagai puisi tentang daun
Tampilkan Ulasan (235)
Baca
+Pustaka
uwu
thor sblm views dan ratingnya turun yg bikin jdi peringkatnya juga nurun karna ceritanya muter” trs, ngebosenin, dan hilang minat baca para pengikut mending lu langsung aje fokus ke kyna sama aldrian di satuin lagi biar mereka nikah dan pengikut jdi suka dan terhibur setelah itu baru masukin konflik
Melody Flow
cerita nya terlalu bertele2. jalan di tempat. kayak adegan aldrian nolongin kyna pas diganggu penjahat, nolong kyna pas trauma dengan eldric gak ada artinya sama sekali ke hubungan mereka jadi semakin membaik. sekarang balik lg ke masalah Cecilia eldric. abis itu ketemu aldrian lg gitu2 trus polanya
Baca Semua Ulasan
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Tapi aku sangat bersyukur, hari ini aku masih hidup. "Kamu kenapa, Rai?" Aku membantu Rai berdiri. "Aku tidak apa-apa." Rai menutupi lukanya dengan tangan. "Beritahu, apa yang terjadi?" Rai menunjuk langit. "pohon itu dahannya bercabang-cabang, daunnya lebar menutupi sinar matahari dan Same memanfaatkan itu untuk menggantung semua benda ini." "Tebakanku salah, aku kira semua pohon mempunyai dahan yang bercabang-cabang, lalu daunnya saling bertemu. Ternyata satu pohon ini saja yang mempunyai keunikan itu."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi tentang daun
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

"Hutan ini sangat aneh. Tidak banyak pohon yang tumbuh, tapi buah-buahan yang tersedia dibeberapa pohon tinggi itu begitu banyak. Warna daunnya juga aneh, seperti warna merah darah." Setelah mendengar apa yang Bai Lu katakan, teman-temannya langsung berkeliling dan menatap ke arah sekitar dengan mata menyelidik. "Iya, benar. Yang dikatakan Yuram benar. Warna daunnya seperti warna darah," ucap Lee Gon sambil memetik beberapa helai daun kemudian mencium aromanya, "seperti aroma bunga mata Dewa," kata Lee Gon kembali menambahi.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi tentang daun
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Atas apa yang telah kau lakukan… dan apa yang dulu tidak kau akui. Angin pagi berhembus perlahan, sejuk namun lembut, menembus jaket tebal yang menutupi tubuhnya. Rerumputan bergoyang, dan dedaunan dari pepohonan tua berjatuhan satu per satu. Hendra menunduk, dan sebuah daun jatuh tepat di telapak tangannya. Ia menatapnya lama. Daun itu bergerak lembut, seolah berbicara, seolah membawa pesan. Hendra menelan ludah, rasa sesak di dadanya perlahan mencair.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi tentang daun
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Rajendra jongkok di dekat semak kecil yang berbunga putih pucat. "Ini Daun Seribu," katanya, memetik beberapa helai daun dengan hati-hati. "Baru mekar senja tadi. Di jam seperti ini, senyawa antiseptiknya paling kuat. Kalau dipetik siang, khasiatnya berkurang drastis." "Oh, ini Daun Seru, Yang Mulia," ucap Tama, mengenali nama lokalnya. "Namanya yang kamu tahu, itu, ya?" tanya Rajendra, sedikit tersenyum.
9.857.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi tentang daun
Baca
+Pustaka
Pendekar Romantis

Pendekar Romantis

Iseng-iseng Nyi Adora mendekati daun itu dan mencium-cium, baunya harum seperti daun teh. Dipetiknya satu, lalu di makannya. “Kok rasanya sepat..!” batinnya, tapi tetap di makannya. Bukan hanya satu lembar tapi 3 lembar sekaligus. 10 menitan kemudian, Nyi Adora senang sekaligus kaget, rasa laparnya hilang dan tenaganya seperti pulih dan makin kuat. “Ahh daun apa ini yaa, kok bikin tubuhku kuat dan rasa lapar hilang!”
10133.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai puisi tentang daun
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Mantan Istri CEO

Pembalasan Mantan Istri CEO

Bayi itu tertidur pulas di dalam gendongannya. Kumi tidak menjawab, ia melemparkan pandangannya ke awan yang berarak, lalu matanya melihat daun yang berguguran dan terbang dihempas angin. Melihat daun gugur itu, dirinya menjadi sensitif dan melankolis. Daun itu seperti hidupnya yang melayang tidak tahu ke mana angin akan membawanya.
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi tentang daun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status