ISTRI KEDUA KU
Membuat Nuka yang selama ini tinggal di kota, merasa begitu damai ketika baru sampai di desa ini.
Setelah melewati sebagian rumah warga. Kini Fidelya dan Nuka berjalan melewati taman bunga. Entah siapa yang menanamnya. Namun pemandangan di depan mereka, sungguh membuat mereka takjub. Bunga ditanam secara berkelompok dan ditata begitu rapi. Namun, sepanjang taman itu. Terbentang peringatan, bahwa bunga tidak boleh dipetik sembarangan.
Padahal Nuka ingin memetik barang satu saja. Untuk ia selipkan di telinga Fidelya. Nuka rasa, itu akan menambah kecantikan Fidelya.