Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Jiwanya terbang mengembara dan menyentuh impian lamanya. Ruangan itu persis seperti planetorium dengan bintang-bintang yang bertaburan di langit-langitnya yang gelap. Dengan langkah pelan ia mengamati apa saja yang terpampang di dinding ruangan itu mulai dari lukisan planet Saturnus dengan enam cincin besarnya yang memukau, komet, hujan meteor, hingga... sebuah lukisan matahari yang dua kali ukurannya dari lukisan-lukisan lainnya dan terbingkai kuning keemasan. Lama ia berhenti di sana dan menatapnya. Subhanalloh, bibirnya mengucapkan keterkaguman yang luar biasa. Lukisan itu begitu hidup. Detil-detilnya begitu jelas. Prominensa, spikula, fakula, dan loop gasnya begitu menawan. Ia terkesima.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

“Lebih baik lihat ke sana. Hora, mataharinya sangat indah, lho.” Tangan Nana menunjuk matahari yang perlahan-lahan menuju peraduannya. Mau tak mau Izumi pada akhirnya mengalihkan pandangannya. Irisnya ikut memandang ke arah matahari. Golden Hour, begitu orang-orang menyebutnya, adalah waktu ketika matahari memancarkan sinarnya yang berwarna kuning keemasan hingga kemerahan. Permukaan air laut yang terkena sinar matahari sore terlihat begitu berkilauan.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar tersenyum sembari membersihkan ice cream di pipi istrinya. "Njenengan terlalu berlebihan. Aku tak sesempurna matahari, yang mampu memberi kehangatan tanpa meminta pertimbangan. Aku tak seindah bulan, yang sinarnya bisa memancarkan keindahan malam. Aku tak secantik bintang, yang mampu menghiasi gelapnya awan. Aku tak setegar bumi, yang tetap tegar dengan seberapa pun hentakan yang diberikan. Aku tak selembut langit, yang menghimpun segela ketenangan. Aku tak sebaik mentari, yang bisa memberi energi positif di setiap pagi. Aku tak secantik senja, yang selalu ditunggu pancaran cantiknya." Ciara memeluk suaminya.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai puisi tentang matahari
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Pagi datang tanpa upacara. Tidak ada mantra pemanggilan. Tidak ada pertanda dari langit. Hanya sinar matahari yang masuk perlahan ke sela-sela daun dan celah bebatuan, seolah berkata: "Hari ini, aku datang… bukan untuk menyinari kekuasaan, tapi untuk menghangatkan luka-luka yang tidak terlihat." --- Di Teman Sunyi, Rhia sedang menata kembali lingkaran batu yang semalam rusak diterpa hujan.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Tuan Muda Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Muda Lumpuh

Dan kali ini sepertinya ia akan berbicara lebih panjang dari sebelumnya. "Mungkin matahari sering lupa mengatakan pada bumi kalau setiap harinya matahari akan hadir untuk membersamai bumi menjalankan hari." "Mungkin matahari juga sering lupa mengatakan pada bumi kalau dia memang jauh namun dia mampu untuk tetap menghangatkan bumi dengan semua sinarnya." "Mungkin juga matahari kerap lupa mengatakan pada bumi bahwa arti sebuah perpisahan bukanlah untuk selamanya, sebab keesokan harinya matahari akan kembali hadir menemani bumi menjalankan aktivitas bumi."
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

kata Indra pelan, lalu peluk dari dari belakang, arahkan pandangan mereka ke arah matahari terbit. Barulah Puspa tahu apa yang buat pria itu bangunkan dia sepagi ini. Matahari menembus lapisan awan, warnai langit dengan semburat emas, curahkan energi baru ke seluruh penjuru dunia. Di telinganya, Indra berbisik, “Nggak peduli seburuk apa pun cuaca kemarin, selama matahari terbit, kita selalu bisa mulai hari yang baru. Puspa, kita juga akan seperti matahari.”
8.7326.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.4K kali sebagai puisi tentang matahari
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
Neisya Marchia
Happy ending buat Puspa-Eric & sad ending buat Indra. Karena kalau inget awal2 cerita gimana perlakuan buruk karyawannya Indra ke Puspa di kantor, padahal Indra tau itu tp gak ada respon & pembelaan buat istrinya. Sampai karyawan ngira istrinya itu Wulan bukannya Puspa tapi si Indra tetep aja diem
Alan Nasution
novel translate china kah ? critanya hmpir sama semua , wanita yg dibenci suami, keluarga sendiri, keluarga suami , dan tman2 suami , selalu ada wanita yg nempel ke suami , dan suami ok2 aja . ciri khas novel china . lama bet jalan critanya , psti bkal ribuan
Baca Semua Ulasan
MY CEO [Hate And Love]

MY CEO [Hate And Love]

“Eum… ketika kulitku merasakan panasnya sinar matahari, aku pikir matahari ini adalah sebuah bola api yang sangat besar!” “Mau aku ceritakan tentang matahari?” imbuh Li jancent seraya duduk di sisi Niu Nuan. Melihat istri keduanya itu mengangguk dia pun mulai bercerita, “Matahari itu adalah bola pijar di tata surya kita!” “Jika dilihat dari dekat, terlihat seperti banyak lidah lidah api sedang menjulur!” imbuh Li jancent lagi.
9.712.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR_2 ____________________ PoV Bang Ochi ____________________ Matahari pagi bersinar cemerlang. Embun dingin terhangatkan lalu menetes dari ujung lengkung dedaunan dan ujung-ujung lancip rerumputan liar.
9.57.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Hm, ada nomor baru tanpa nama. === Eksposisi Rahsa. Karya Someone Katakanlah, Kekasih Bagaimana bisa surga itu terbangun di atas punggungmu? Bagaimana bisa matahari tak terbit dari ufuk timur tetapi terbit dari ufuk matamu? Serta bagaimana bisa sungai Nil mengalir alun di nadimu? Tuhan begitu teliti menciptakan keindahan yang kritis sepertimu Begitu sani, membuat rinduku hampir habis garansi
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

"Maaf sebelumnya Ibu Layla, jika kedatangan surat saya ini mengganggu ketenangan Ibu Layla. Namun saya tidak dapat menahan perasaan saya terhadap Ibu. Mungkin ini terlalu cepat. Saya sangat mengagumi Ibu Layla, jika Ibu berkenan saya bersedia menjadi bagian dari hidup Ibu. Ijinkan saya mengungkapkan isi hati ini melalui sajak! Engkau laksana rembulan yang menyinari kegelapan malam, sinarmu teduh yang membuat siapapun menatapmu tak pernah bosan. Engkau laksana matahari pagi, yang memberikan kehangatan dari dinginnya malam. Engkau laksana embun pagi yang memberikan setetes kesejukan. Engkau bagaikan bunga mawar, yang menebarkan aroma wewangian yang semerbak, namun berduri.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai puisi tentang matahari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status