Pendekar Bukit Meratus
tanya Putri Arumi, yang kini lebih senang panggil begitu, karena pendekar ini minta panggil nama ‘poyokannya’ saja.
“Benar putri, aku masih ingat sekali,” kata si Putul sambil mencium-cium buah tanaman yang merambat ini, yang akarnya sangat kuat menancap di dinding cadas tebing.
Tiba-tiba Putri Arumi tanpa ragu merengut satu genggam dan memakannya, hampir 5 biji sekaligus.
“Ehh putri jangan banyak-banyak, nanti efeknya…?” si Putul kaget dan langsung mencegah Putri Arumi yang kembali ingin makan sebanyaknya.