Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
Lalu, dengan suara lembut seperti bisikan di tepi gelas anggurnya, ia menambahkan, “Jangan merasa bersalah. Fokus saja pada hidup yang lebih bahagia. Kamu sudah bertahan cukup lama.”
Sesuatu bergerak di dalam diriku. Sesuatu yang lembut sekaligus menyakitkan. Selama ini, aku pikir satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa benar-benar dikenali adalah Elvin.
Tapi ternyata, Pak Gading yang berhasil menyentuh celah-celah terdalam diriku dan berkata: Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik.
Dan ia benar.
Aku menghabiskan bertahun-tahun menahan diri, memaafkan, mengecilkan diriku demi membuat Elvin merasa lebih besar.