Pendekar Pedang Naga
PengkhayalMalamkegelapan malamkata kata di malam hariarti belalang masuk rumah malam harikata kata menatap langit
"Kenapa kau tak mau menunjukkan wajahmu? Apa kau pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik bayangan?"
Bayangan hitam itu hanya berdiri di sana, diam, seolah mengejek kelemahan Kael. Rekan misteriusnya bergerak perlahan ke samping, mengurung Kael dari dua arah.
Kael mencoba bangkit, menancapkan ujung pedangnya ke tanah sebagai tumpuan. Lututnya bergetar, tapi ia memaksa diri berdiri.
"Aku tidak butuh kemenangan," ucapnya lirih, "aku hanya butuh kebenaran."