Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Babu Jadi Ratu
Baca
+Pustaka
Red in Us

Red in Us

ujar Rabu. “Kenapa? Karena kita sebenarnya sejak dulu tak sepenuhnya kuning? Because there is Red ini Us?” tanya Katha sembari menatap tepat pada mata Rabu. Sudut-sudut bibir Rabu terangkat membentuk senyum yang begitu cerah. Dia kembali menggenggam tangan Katha erat. “Iya,” jawabnya. “Karena ada merah dalam persahabatan kita. Sejak lama.”
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai quotes rabu
Baca
+Pustaka
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

tanya Bu Zubaedah pada Sari yang duduk di sebuah kursi kayu yang baru dibuat. "Sudah Mak," jawab Sari. "Siapo namanya engkau buat." "Rubi, Mak." "Napa pula Rubi?" "Rubi itu adalah salah satu jenis batu permata yang sangat berharga. Warnanya merah berkilauan, cantik sekali. Walaupun Sari belum pernah lihat langsung, tapi melihat gambarnya saja sudah bikin hati terpikat dan berdecak kagum. Sari berharap, Rubi akan seperti itu. Merah, tapi menawan hati. Mungkin bukan dengan fisiknya, tapi dengan akhlaknya yang bisa menawan hati siapapun hang melihat." Kata-kata Sari membuat Bu Zubaedah tak lagi bisa menghentikan air mata yang jatuh bercucuran dengan derasnya.
9.312.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai quotes rabu
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

Kalau iya, Gue mau nemuin Lo lagi di sana] Kalimat 'Bar' membuat Sisk terkejut dan semakin menduga-duga dengan dirinya sendiri, saat sedang duduk termenung meresapi pesan singkat dari Dimas, tiba-tiba ponsel itu berdering kembali, Siska pun mencoba untuk membuka pesan itu lagi. [Runi, cewek yang ada di kontrakan Lo siapa? Apa itu adek Lo, adek Lo tahu nggak kalau Lo kerja di bar itu?]
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai quotes rabu
Baca
+Pustaka
Ratu barbarku

Ratu barbarku

Jawabanku membuat Victor bungkam. "Baiklah jika itu adalah keinginan Ratu, aku tidak bisa menolak." Ujar Victor pasrah. "Benar. Lagi pula aku tidak sedang meminta persetujuanmu." Victor mengepalkan tangannya geram. "Bagaimana bisa mereka mencintai Ratu sembrono sepertimu." Nyinyir Victor dengan segala kekesalannya. Aku hanya mengedikkan bahu acuh. Victor sungguh pria yang mudah kesal.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai quotes rabu
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status