Athanasia
Sia tetap mengukir senyum manis dan membelai wajah Arsa dengan jemarinya, "... Kamu ganteng, Sa. Tanpa helaian rambut kamu tetap tampan di mataku, walaupun kamu memejamkan mata juga kamu tetap tampan. Jangan insecure lagi, Sa."
Sia menutup mulutnya menahan isakan tangis yang keluar, dengan mati-matian ia berusaha menahan tangisnya, " ... Sa, mimpi kamu indah banget ya, sampai kamu enggan kembali membuka mata. Baru memejamkan mata saja aku sudah di buat rindu oleh mu," tuturnya sambil mengusap punggung tangan Arsa.
Hot Chapters