Sisa Rasa
"
**
Setelah beberapa menit, mereka berjalan menyisir Pantai Seminyak saat langit mulai berganti rupa. Semburat oranye yang hangat perlahan tenggelam dalam pelukan warna ungu. Ombak bergulung tenang di kejauhan, sementara Selin membiarkan kakinya menyentuh pasir yang masih menyimpan sisa hangat matahari.
Rendra berjalan di sampingnya, menjaga jarak yang cukup dekat hingga akhirnya jemari mereka saling bertaut secara alami.
“Besok kita pulang,” gumam Selin. Kalimat itu lebih terdengar seperti pengingat bagi dirinya sendiri.
Rendra mengangguk, merasakan genggaman Selin sedikit mengerat. “Ada yang kamu pikirkan?”
“Aku cuma, merasa semua ini terlalu indah,” jawab Selin pelan.