Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

Suara sang Papa yang berteriak membuat Lia mau tak mau bangun dari pembaringannya yang nyaman dan hangat. "Perawan macan apa kamu ini? Pagi-pagi belum bangun. Lihat dong anak perawan tetangga sebelah, pagi-pagi udah seger banget nyiram tanaman." "Astaga Papa." Lia mengucek mata, bahkan kesadarannya belum sempurna, rambut Lia masih berantakan, matanya nampak setengah tertutup. "Pagi-pagi udah ngomel aja sih Pa. Kenapa deh? Lia kan beres-beresnya udah agak siangan nanti juga bisa."
737 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as rara mendut
Read
+Library
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Mendadak, Linda Gumelar mendengar sebuah suara, "Siapa?" Linda Gumelar langsung bangkit terduduk. Kemudian, tirai di dalam kamar mandi pun dibuka dan seseorang muncul. Linda Gumelar membelalakkan sepasang matanya, dia bergegas bangkit berdiri dan menutup dirinya dengan handuk, "Lou Ruth, bagaimana kamu bisa masuk?" Lou Ruth mengamati tubuh Linda Gumelar dari atas sampai bawah untuk sesaat, dia mendecakkan lidahnya dua kali dan berkata, "Tubuhmu tidak buruk, hanya saja, tidak tahu bagaimana rasanya jika digunakan?"
9656.0K viewsOn holdAdded to Library 14.4K Times as rara mendut
Show Reviews (82)
Read
+Library
Azka Taslimi
Mendadak kaya raya? Wah, sebuah ceritanya yang sangat aku menyukainya. Untuk teman-teman aku sarankan segera deh tambahin ke rak buku kalian. Nanti nyesel keburu kontrak habis. Menurutku ini cerita yang sangat bagus sih, meskipun aku belum tahu apa akhirnya. Kalau udah tahu akhirnya y gak usah bca
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Read All Reviews
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

tanya Satria Kala, memilih postur netral, tangannya di sisi tubuh, namun sangat dekat dengan gagang Kujang. "Pekerjaan yang Tuan lakukan meninggalkan riak dalam kesunyian," jawab Rara Santi, menegakkan posisi duduknya. Ia kini menatap gulungan di pangkuannya. "Saya adalah Rara Santi, pendeta dari Cigugur, pemuja Dewa-Dewi Keseimbangan, termasuk Dewa Maut Dipasena. Tiga bulan lalu, saya diperlihatkan gambaran mengenai kembalinya musuh-musuh purba, dan saya diminta bersiaga menunggu kemunculan Sang Serpihan."
102.8K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as rara mendut
Read
+Library
CINTA UNTUK GADIS TERNODA

CINTA UNTUK GADIS TERNODA

tanya Rara meraba dada Ryu hati-hati. "Emang ada lagi perempuan bernama Lembayung selain kamu? Nama itu khas dan langka, jelas itu nama kamu. Mau kubikin pake nama lengkap kepanjangan, sakit," ujar Ryu setengah bercanda. Dikecupinya leher Rara lembut, mengembus napas hangatnya. "Ih, gitu deh," Rara mencembikkan bibirnya.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as rara mendut
Read
+Library
Angkasa

Angkasa

Rara bertambah baper "Halah, muka ditambal juga." Raka meledek, benar kan? Menghina seusia fakta, Rara itu bedaknya tebal delapan langit, beribu turunan. Sampai saat musim hujan, Rara yang belum sempat berteduh saja polesan make-up luntur, liptint yang merah mudah menjadi bibir aslinya yang pucat, alis yang terbentuk dengan pensil apa itu ala korea-korea, maskara agar lentik, eyes shadow berwarna merah muda tak terlalu kentara menjadi rusak. "Bilang aja lo iri kan karena item, udah gede masih main layangan disawah, sama anak kecil juga." Rara mulai berdebat, sama Raka tak akan habisnya yang dibahas apa disindir sadisnya mana.
85.0K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as rara mendut
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status