Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh
“Warna rose quartz seperti hatimu—tulus, lembut, tapi kuat. Aku ingin setiap kali kamu melihat gelang ini, kamu ingat kalau aku ada untuk melindungimu, dan menyembuhkan setiap luka yang pernah kamu rasakan.”
Mata Esme berair oleh rasa haru. Refleks, jemarinya membelai lembut pipi lelaki yang sudah memenuhi seluruh isi hatinya.
“Terima kasih, Rein. Semua hadiahmu sangat manis.”
Sudut bibir Reinan terangkat. Ia mendekat dan menundukkan wajahnya, hingga hampir menyentuh kening Esme.
“Besok, hadiahmu bukan berupa barang, melainkan sebuah pertunjukan yang sangat menarik di kantor,” ucap Reinan penuh misteri.
Bab Populer