TERSESAT DALAM GAIRAH
Tidak juga ketika perempuan itu berkata, “Maafku karena di masa depan sekalipun, aku nggak akan bisa membuatmu melupakan apapun yang ingin kamu lupakan.”
Kalimat itu bukanlah janji, bukan pula puisi indah berbunga-bunga. Tapi, Nay dapat merasakan ketulusan hati Regita saat mengucapkannya. Perempuan yang bersikap apa adanya seperti itu, pasti tidak memiliki pemikiran jahat apapun, begitu batin Nay mengambil kesimpulan.
Nay menundukkan kepalanya, lalu berkata, “Hotel itu tempat paling menakutkan sedunia.”
Hot Chapters