PERJAKA MENIKAHI JANDA
tanyanya melihat uang yang aku taruh.
"Untuk anak-anak kamu jajan, cuma sedikit," sambil tersenyum aku menjawabnya.
"Ya ampun, co cweet banget, dewasa sekali Mas Farhan, beneran nih Mas, iklash?" Tanyanya lagi menegaskan.
"Iklash, doakan saja, Mas sehat dan lebih banyak rejekinya, aamiin."
"Makasih ya, Mas. Aamiin."
Nisa tersenyum dan kami telah keluar dari Mal itu, berjalan lagi ke tempat menunggu angkot. Aku masih menggendong anaknya, semoga saja dia belum bangun hingga naik angkot, karena mungkin bisa menangis.