Ujung Senja
Kalau bisa memilih, aku lebih ingin dia menjadi lelaki biasa, yang mencintaiku dengan cara luar biasa.
“Ra, kenalin, deh. Ini Anjani, anggota arisan kita yang baru di-release.”
Hatiku tak nyaman melihat cara Anjani menatapku. Seperti apa, ya? Oh, seperti menilai. Dia menilai aku entah karena apa.
Demi sopan santun, aku ukir senyum ramah di bibir. Menyalaminya, dan cipika-cipiki. Seperti sebuah keharusan ritual pertemuan seperti ini di geng-ku.
Capítulos em Alta