Renjana (Airin dan Hardian)
Arfan yang sudah masuk mobil refleks menengok, aktivitas memakai safety belt sejenak terhenti seiring debar di dadanya yang sedari tadi mulai mendominasi kini kian tak keruan.
Sosok itu, seseorang yang ia rindu sekaligus benci. Tuhan seolah-olah memahami bahwa dirinya memang belum siap bertemu langsung hingga rencana pertemuan yang seharusnya sudah saling bertatap muka saat ini malah batal dengan alasan 'ada urusan'.
“Apa mungkin dia memang sengaja? Atau ....” Arfan menggeleng. “Gak mungkin dia tahu semuanya, seharusnya aku gak terlalu berharap, mungkin saja dia sudah lupa,” gumamnya.
ตอนยอดนิยม