Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 842 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

Lalu ke mana jam segini belum pulang. Diambilnya ponsel dari saku celana dan menelepon istrinya. Namun beberapa kali panggilan, tidak ada jawaban. Nomer Lastri malah tidak aktif. Daffa memandang ke rumah Reza yang juga sepi dan tertutup rapat. Beberapa saat kebingungan di teras, Daffa kembali naik ke mobilnya dan pergi ke klinik. "Dokter Rin, sudah pulang jam empat tadi, Pak." Seorang perawat menyambut Daffa di depan ruang IGD.
9.9191.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADAR YANG TERNODA

ISTRI BERCADAR YANG TERNODA

jawab Darni “Ahh sebenarnya yang majikanmu, itu siapa? Kenapa kamu lebih berpihak pada Zahira!”bentak Risma Darni tidak menjawab bentakan Risma, wanita berusia 40 tahun itu menunduk dan terdiam
9.827.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 682 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
Duri Pernikahan

Duri Pernikahan

Aku baru pulang keesokan paginya. Setibanya di rumah, aku melihat Nathan memegang obat penurun demam dan segelas air. Kedua matanya yang sebelumnya masih terlihat setengah terpejam karena mengantuk, langsung terbelalak dan terlihat panik saat melihatku. "Kamu masih ingat rumah ternyata. Lihat, aku sampai sakit gara-gara kamu!" Aku tersenyum sinis, "Kenapa kamu jadi lemah begini? Apa karena terlalu sering bergaul dengan perempuan lemah dan nggak berdaya, makanya jadi ketularan?"
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Di akhir sesi, Rendra disuguhkan segelas jamu beras kencur hangat dengan campuran madu dan telur bebek. "Resep turun-temurun biar imunitas Mas nggak ambruk saat resepsi nanti," kata sang terapis. Setelah semua prosesi itu selesai, Rendra merasa tubuhnya jauh lebih ringan. Saat ia mengenakan bathrobe dan berjalan menuju cermin, ada aura berbeda yang terpancar. Wajahnya yang biasa tegang karena urusan pekerjaan, sekarang tampak lebih tenang dan bersih.
10832 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
KURENSIA

KURENSIA

tagih Pak Rian “Pak Rian, saya mau tanya. Berapa lama bapak memeriksa 100 soal latihan ini?” tanya Aira Pak Rian terdiam, dia memikirkan nya terlebih dahulu. “Sekitar 2 jam lebih, kenapa Aira?” Aira tersenyum sinis kepada Bu Ismi, Agarish bisa melihat kilatan amarah di mata gadis itu. “Dengar kan Bu?” sinis Aira
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
BURONAN

BURONAN

Seketika, pelupuk mata lelaki itu berkaca-kaca. "Masih belum ada kepastian," gumam Rakha dengan nada putus asa. Rania menyentuh bahu suaminya. Merasa prihatin. "Saya sudah berusaha selama lima tahun ini untuk mencari keberadaan Rheyna. Saya, Mas Wisnu, Kohar, kami semua sudah berusaha, tapi..." satu titik air mata lelaki itu menetes. Rania menyekanya dengan cepat. Dia menggenggam kuat-kuat jemari suaminya itu.
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
PESONA DUDA RUPAWAN

PESONA DUDA RUPAWAN

Tak saling bicara, dalam sekian lama terjeda dalam kebisuan. Selang satu jam, lambung sudah tak bisa kompromi. Menjerit-jerit minta diisi. Fahira bergegas menuju kantin rumah sakit yang ada di lantai satu. Membeli dua nasi kotak dan air mineral. “Makan dulu!” tawar Fahira. Sambil duduk, guru muda itu menyodorkan kotak nasi pada Reynan yang sudah berpenampilan kacau. Pria itu menoleh, ditatap dalam-dalam manik kelam itu.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
KERASNYA DUNIA!

KERASNYA DUNIA!

Dia bicara sambil membuka nasi bungkus yang ia berikan pada kita. “iyeh masuk, barengin aja nanti gue tunggu dirumah tias”. Ujar ade sambil menyendok nasi. Waktu begitu cepat berlalu, Tanpa aku sadari acara itu akan dimulai 2 hari lagi, “gimana de jadi masuk”, ucap ku. “jadi yas slow aje”, jawab ade. Aku dan ade berusaha membuat suci ingin ikut bersama kami, segala upaya yang kita lakukan gagal.
83.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai resi durna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status