Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K viewsCompletedAdded to Library 836 Times as resi durna
Read
+Library
Rindu yang Terluka

Rindu yang Terluka

Lalu ke mana jam segini belum pulang. Diambilnya ponsel dari saku celana dan menelepon istrinya. Namun beberapa kali panggilan, tidak ada jawaban. Nomer Lastri malah tidak aktif. Daffa memandang ke rumah Reza yang juga sepi dan tertutup rapat. Beberapa saat kebingungan di teras, Daffa kembali naik ke mobilnya dan pergi ke klinik. "Dokter Rin, sudah pulang jam empat tadi, Pak." Seorang perawat menyambut Daffa di depan ruang IGD.
9.9188.7K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as resi durna
Read
+Library
ISTRI BERCADAR YANG TERNODA

ISTRI BERCADAR YANG TERNODA

jawab Darni “Ahh sebenarnya yang majikanmu, itu siapa? Kenapa kamu lebih berpihak pada Zahira!”bentak Risma Darni tidak menjawab bentakan Risma, wanita berusia 40 tahun itu menunduk dan terdiam
9.826.8K viewsCompletedAdded to Library 670 Times as resi durna
Read
+Library
Duri Pernikahan

Duri Pernikahan

Aku baru pulang keesokan paginya. Setibanya di rumah, aku melihat Nathan memegang obat penurun demam dan segelas air. Kedua matanya yang sebelumnya masih terlihat setengah terpejam karena mengantuk, langsung terbelalak dan terlihat panik saat melihatku. "Kamu masih ingat rumah ternyata. Lihat, aku sampai sakit gara-gara kamu!" Aku tersenyum sinis, "Kenapa kamu jadi lemah begini? Apa karena terlalu sering bergaul dengan perempuan lemah dan nggak berdaya, makanya jadi ketularan?"
3.5K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as resi durna
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Di akhir sesi, Rendra disuguhkan segelas jamu beras kencur hangat dengan campuran madu dan telur bebek. "Resep turun-temurun biar imunitas Mas nggak ambruk saat resepsi nanti," kata sang terapis. Setelah semua prosesi itu selesai, Rendra merasa tubuhnya jauh lebih ringan. Saat ia mengenakan bathrobe dan berjalan menuju cermin, ada aura berbeda yang terpancar. Wajahnya yang biasa tegang karena urusan pekerjaan, sekarang tampak lebih tenang dan bersih.
10707 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as resi durna
Read
+Library
KURENSIA

KURENSIA

tagih Pak Rian “Pak Rian, saya mau tanya. Berapa lama bapak memeriksa 100 soal latihan ini?” tanya Aira Pak Rian terdiam, dia memikirkan nya terlebih dahulu. “Sekitar 2 jam lebih, kenapa Aira?” Aira tersenyum sinis kepada Bu Ismi, Agarish bisa melihat kilatan amarah di mata gadis itu. “Dengar kan Bu?” sinis Aira
102.4K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as resi durna
Read
+Library
BURONAN

BURONAN

Seketika, pelupuk mata lelaki itu berkaca-kaca. "Masih belum ada kepastian," gumam Rakha dengan nada putus asa. Rania menyentuh bahu suaminya. Merasa prihatin. "Saya sudah berusaha selama lima tahun ini untuk mencari keberadaan Rheyna. Saya, Mas Wisnu, Kohar, kami semua sudah berusaha, tapi..." satu titik air mata lelaki itu menetes. Rania menyekanya dengan cepat. Dia menggenggam kuat-kuat jemari suaminya itu.
1022.1K viewsCompletedAdded to Library 595 Times as resi durna
Read
+Library
PESONA DUDA RUPAWAN

PESONA DUDA RUPAWAN

Tak saling bicara, dalam sekian lama terjeda dalam kebisuan. Selang satu jam, lambung sudah tak bisa kompromi. Menjerit-jerit minta diisi. Fahira bergegas menuju kantin rumah sakit yang ada di lantai satu. Membeli dua nasi kotak dan air mineral. “Makan dulu!” tawar Fahira. Sambil duduk, guru muda itu menyodorkan kotak nasi pada Reynan yang sudah berpenampilan kacau. Pria itu menoleh, ditatap dalam-dalam manik kelam itu.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 317 Times as resi durna
Read
+Library
KERASNYA DUNIA!

KERASNYA DUNIA!

Dia bicara sambil membuka nasi bungkus yang ia berikan pada kita. “iyeh masuk, barengin aja nanti gue tunggu dirumah tias”. Ujar ade sambil menyendok nasi. Waktu begitu cepat berlalu, Tanpa aku sadari acara itu akan dimulai 2 hari lagi, “gimana de jadi masuk”, ucap ku. “jadi yas slow aje”, jawab ade. Aku dan ade berusaha membuat suci ingin ikut bersama kami, segala upaya yang kita lakukan gagal.
83.1K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as resi durna
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status