Siasat Sang Penguasa
Lantas tanpa keraguan Arga mengulurkan kaki, bersiap memasuki aliran tersebut, kesadaran nya seakan tersedot, diri Arga hanya bisa patuh mengikuti arahan dari kalung di lehernya.
Namun belum sempat Arga melangkah, pemuda itu sudah terlebih dahulu mendapatkan tepukan di bahunya. Begitu menoleh, Arga mendapati seorang prajurit yang kebetulan sedang dalam tugas patroli di area ini. "Maaf Tuan Arga, Pangeran Mahrez telah menutup kawasan disini. Tak seorangpun di perbolehkan kesana, karena medannya terlalu berbahaya." Seru Si Prajurit berusaha mencegat Arga.
Hot Chapters