PETAKA REUNI
Aku tak mau, sentuhannya menggagalkan keteguhan yang mati-matian kubangun kali ini.
“Kamu mengizinkan aku berjuang sekali lagi, ‘kan, Rin? Kamu ngasih kesempatan itu, ‘kan? Kamu bahkan berkali-kali bilang, supaya aku datang kemari, kalo memang aku ingin berjuang sekali lagi.”
“Sayangnya, itu bukan keinginanku, Danar.” Aku berusaha berkata dengan tenang.
“Kamu alasan aku ke sini, Arini. Semua hal yang kita lalui saat reuni, adalah alasan kenapa aku datang kemari. Karena kebersamaan kemarin itu, aku sadar bahwa semua di antara kita masih sama—“