로그인Sasha tidak pernah menyangka pernikahannya dengan Reno akan membawanya ke dalam pusaran intrik keluarga yang rumit. Warisan menjadi taruhan, dan ia adalah pion yang paling penting. Di tengah tekanan, Arka, teman SMA yang lama menghilang, kembali hadir. Sasha tidak tahu bahwa Arka selalu mencintainya dalam diam. Arka kembali karena wasiat terakhir ayahnya, tetapi hatinya terpanggil untuk melindungi Sasha dari niat jahat Ratna—ibu tirinya—dan Reno. Cinta masa lalu yang terpendam kembali bersemi, membawa Sasha dan Arka ke dalam hubungan terlarang yang penuh gairah. Sementara itu, Ratna berusaha menyingkirkan Sasha dengan segala cara, termasuk memvonisnya mandul. Di antara cinta yang membara, rahasia masa lalu, dan pengkhianatan yang menyakitkan, mampukah Sasha dan Arka memperjuangkan kebahagiaan mereka?
더 보기Serangkaian tes tentang kehamilan Sasha mulai dilakukan dan hasilnya, ia benar-benar positif hamil. Itu jelas membuat Arka yang sejak awal sedikit ragu, tampak terdiam dengan segenap rasa terkejut yang berkecamuk dalam benaknya.“Selamat, Dokter Arka. Istri lo beneran hamil, usia kandungannya tiga minggu. Kondisi tubuhnya cukup stabil, janin juga sehat dan tekanan darahnya bagus. Cuma, tetap jaga pola makan, tidur dan jangan lupa minum vitamin,” ujar Brata, memberikan wejangan pada Arka. Wejangan yang biasanya Arka berikan pada setiap pasien yang datang, kini justru ia dengar sendiri.“Makasih, Brat.”“Sama-sama,” sahut Brata, lantas meninggalkan Arka dan juga Sasha yang masih menikmati momen kebahagiaan keduanya.Arka menggenggam erat tangan Sasha, mengecupnya berkali-kali dan mengucapkan kalimat penuh kebahagiaannya serta rasa syukurnya karena diberikan kesempatan untuk menjadi seorang ayah.“Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah kasih aku kebahagiaan.” Suara Arka pecah sedikit sa
Hening kembali mengisi ruang IGD begitu Brata menghilang di balik tirai. Hanya suara monitor detak jantung dan dengung AC yang terdengar, namun di kepala Arka, suara itu tidak cukup untuk menenangkan badai yang sedang berputar.Arka menatap Sasha lama sekali. Ia mengusap punggung telapak tangan istrinya dengan ibu jari. Pelan. Hati-hati. Seolah sentuhan lebih kasar sedikit saja bisa membuat Sasha kembali kehilangan kesadaran.“Sha,” bisiknya nyaris tak terdengar.“Napas kamu udah lebih stabil. Oksigennya bagus. Dokter bilang nggak ada tanda bahaya,tapi tolong bangun cepat.”Suara Arka pecah sedikit.Ia hanya sadar kalau dadanya naik turun terlalu cepat setelah ia menarik napas panjang.Baru kali ini, setelah bertahun-tahun jadi dokter, ia merasakan hal yang selalu diucapkan pasiennya ketika mereka berhadapan, yaitu takut kehilangan orang yang paling dicintai.Bibir Sasha bergerak pelan. Hampir tidak terlihat.
“Jawab pertanyaan gue, apa yang terjadi? Kenapa harus siapin ruang USG?”Brata mengangkat tangan lagi, mencoba mencegah Arka meloncat pada kesimpulan yang salah.“Itu hanya optional, Ka. Antisipasi saja. Kita lihat perkembangannya nanti setelah dia benar-benar sadar. Tapi,untuk saat ini? Nggak ada indikasi bahaya. Nggak ada cedera, nggak ada trauma, dan tekanan darahnya sudah naik sedikit.”Brata menghela napas pendek, memastikan para perawat sudah sedikit menjauh dari mereka. Setelah memastikan Sasha stabil untuk sementara, ia mendekat pada Arka.Sangat dekat.Arka mengerutkan kening. “Apa lagi?”Brata menatap kanan-kiri, lalu membungkuk sedikit.Ia menurunkan suaranya sampai hanya Arka yang bisa mendengar.“Ka,gue ngerti kalian suami-istri baru. Gue paham,fase bulan madu itu masih jalan.”Brata menepuk bahu Arka pelan. “Tapi meski lagi naik dan semanga
“Nggak!Kamu kebangetan, ih!Kenapa nggak berhenti tadi?” keluh Sasha lirih. Suaranya nyaris tenggelam oleh detak hujan yang jatuh di kaca mobil, tubuhnya masih melekat pada Arka, seolah tulangnya belum kembali utuh setelah dua jam terakhir dipaksa menyerah oleh pria itu.Arka terkekeh pelan, suara rendahnya menggetarkan dada Sasha tempat ia bersandar. “Kamu yang minta,” jawabnya santai sambil mengusap punggung Sasha yang masih naik turun menahan napas.“Aku minta cuma sekali,” protes Sasha kecil, pipinya memanas ketika mengingat bagaimana ia sendiri yang akhirnya memohon agar Arka tidak berhenti. “Kamu yang lanjut terus—”“Kamu yang mulai gemeteran dan narik aku lagi,” balas Arka cepat, nada menggoda namun juga manja. Ia menunduk sedikit, menyentuhkan bibirnya pada pelipis Sasha. “Aku cuma ngikutin istri aku.”“Isshhh…!” Sasha mendesis menangg
Mendengarpertanyaan dari Arka, Sasha mengangguk meski wajahnya masih merah padam dan napasnya terengah.“Jelasin, Mas!”Arka mengangguk, menarik Sasha kedalampelukannya dan membuat ia bersandar nyaman di dadanya.“Kayla…&
Ratna dan juga Reno serentak menoleh kearah pintu dan terlihat Elsa berdiri dengan kedua tangan melipat di dada. Sorot matanya tajam dan jelas itu bukan sorot mata penuh cinta atau hanya sekedar penasaran dengan apa yang dia dengar.“Sa-Sayang, kamu disini? Kapan pulang,&
Arka membanting semua foto yang ada ditangannya. “Sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Dia akan mengadu domba kami, dengan cara yang murahan,” desis Arka.Ia tahu, pernikahannya banyak tidak disukai, terlebih oleh keluarganya yang memang tidak ingin dia mendapatkan segalanya.Tiba-tiba ponselnya be
Reno tersentak mendengar bentakan dari Elsa. Seumur hidup bersama wanita, ia tidak pernah mendapatkan bentakan seperti ini. Bahkan selama bersama Sasha, dia belum pernah mendengar wanita itu bicara dengan nada suara yang tinggi.“Jangan diam aja, Mas. Wanita bernama Tania itu siapa?” ulang Elsa den






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰