Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan
Di dalam terowongan, aku terdesak arus manusia hingga ke sudut bus, tubuhku menempel erat pada seorang pria asing yang tampan.
Tubuhnya panas membara. Jari-jarinya yang kasar dengan sedikit kapalan perlahan menyusuri kulitku yang terbuka.
Aku menggigit bibir menahan napas gemetar. Seiring guncangan busnya, tubuhku terus-menerus terhantam ke dalam pelukannya.
Di dekat telingaku terdengar suara kekehan pria itu yang perlahan menjadi serak.
Tidak lama kemudian, aku merasakan jarinya sedikit demi sedikit mulai menyusup ke bagian tubuhku yang paling tersembunyi. Ada sesuatu yang sudah menekan area sensitifku dari balik pakaian, mengikuti irama guncangan bus dan terus-menerus menghantam di sana ….