Se connecterIsabella, seorang gadis yang harus tinggal bersama keluarga pamannya setelah kematian kedua orang tuanya, menjalani hidup yang penuh tekanan. Meski diberikan tempat tinggal, ia selalu dituntut untuk menjadi gadis yang patuh dan tunduk pada aturan keluarga pamannya. Dibandingkan dengan sepupunya Hilda yang lebih bebas, Isabella justru berada di bawah pengawasan ketat pamannya, Dion, yang begitu protektif terhadapnya dengan alasan yang menurutnya gila. Siapa sangka, di balik sikap tenang dan kepatuhan yang selalu ditunjukkannya, Isabella menyimpan banyak rahasia. Ia bertekat untuk membalaskan dendam orang tuanya kepada keluarga pamannya.
Voir plusKemudian Tuan Sinclair pergi membawa tas bersisi dokumen kerja, meninggalkan Hilda sendirian di ruang kerja. “Mama…” suara Hilda parau, nyaris pecah ketika melihat Nyonya Sinclair di ruang tamu.Nyonya Sinclair mengangkat wajahnya pelan, kedua alisnya terangkat tipis melihat kondisi putrinya. “Apa lagi yang membuatmu marah, Hilda?” tanyanya tenang, tapi sorot matanya penuh selidik.“Papa… papa tidak pernah mau percaya padaku!” Hilda hampir berteriak, air matanya bergetar di ujung mata. “Aku sudah bilang kalau Isabella itu menyembunyikan sesuatu! Aku melihatnya sendiri bersama seorang pria hari ini berciuman. Tapi Papa… Papa tidak pernah mau percaya. Sebenarnya siapa anak kandungnya, aku atau si jalang itu sih!”Nyonya Sinclair menghela napas panjang, meletakkan cangkir tehnya di atas meja kecil di sampingnya. Dia juga sangat membenci gadis itu. Dia tau persis kenapa suaminya bersikap seperti itu. Namun, dia tidak bisa berbuat apapun saat ini. Semenjak Isabella berumur 9 tahun, dan d
"Hilda, apa yang sebenarnya ingin kamu tunjukan kepada kami?" Tanya salah seorang teman sosialitanya."Aku melihatnya bersama seorang pria berciuman di dalam sini tadi. Aku tidak berbohong." Ucap Hilda membela diri."Tapi tidak ada pria dari tadi di sini." Shela menjawab dengan ketus. Kemudian mengusir mereka semua "Sudah pergi sana, jangan mengganggu kami" Para sosialita itu pun akhirnya pergi dengan berbisik-bisik "Membuang-buang waktu saja""Aku rasa karena dia diceraikan dia menjadi sedikit tidak waras""Kenapa kita masih berteman dengannya?. Hapus saja dia dari group kita"Hilda berdiri terpaku di depan pintu ruangan itu, wajahnya panas bukan hanya karena malu. Suara mereka bagai jarum kecil yang menusuk hatinya satu per satu.“Diceraikan… tidak waras… hapus dari grup…” kalimat-kalimat itu terus bergema di telinganya.Tangannya mengepal begitu kuat sampai ruas-ruas jarinya memutih. Rahangnya mengeras, matanya berkilat penuh dengan kebencian.Tapi dia masih melotot ke arah Isabell
Hilda menggertakkan giginya, matanya penuh dengan kemarahan. Darahnya terasa mendidih saat membayangkan bagaimana Isabella dengan sengaja berlari dekat vas kesayangan Tuan Sinclair tadi. Dulu, Isabella selalu patuh, dan keluarga mereka tampak baik-baik saja. Namun, seiring beranjaknya usia mereka, perhatian ayahnya selalu tercurah lebih banyak pada Isabella daripada padanya. Sebagai satu-satunya anak perempuan, siapa yang tidak merasa marah dan cemburu? Di luar juga reputasinya tidak terlalu baik. Semenjak Isabella hadir di pesta sosialita kelas atas kota Lithen. Banyak grup-grup yang membicarakannya. Perhatian. yang dulu ia dapatkan, sekarang harus di bagi dua dengan Isabella. Ia benar-benar harus mengusir Isabella secepatnya. dari rumah ini. "Aku harus membuat Isabella hancur. Bagaimana dengan besok? Sepertinya aku sangat luang?" ucap Hilda dengan dirinya sendiri. Bibirnya terangkat keatas, ia memiliki rencana buruk, yang dapat orang lihat hanya dari matanya. Tanpa ia
Keesokan harinya, Isabella kembali menghabiskan waktunya di kamar, larut dalam lukisan yang belum rampung. Jemarinya yang memegang kuas bergerak pelan, membaurkan warna dengan penuh perasaan. Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dengan keras. Hilda masuk dengan wajah murka, menggenggam cambuk di tangannya. Tanpa berkata sepatah kata pun, ia langsung mencambuk Isabella. "Aku ingin kau jujur, Isabella," seru Hilda. Isabella menahan rasa sakit sambil menatap Hilda dengan tajam. "Apa yang sebenarnya terjadi dengan rekaman CCTV itu? Karena sepanjang pesta, aku berada di ruangan itu dan tak sekalipun melihat kehadiranmu." Jelas Hilda. “Kemarin kau dipukuli, dan sekarang begitu bersemangat membawa cambuk dan menyerangku. Sudah pulih rupanya?” tanya Isabella dengan nada sinis, senyum mengejek terukir di wajahnya. “Kau masih berani tanya?, itu bukan urusanmu!” bentak Hilda tajam. “Kau pasti yang merekayasa rekaman CCTV itu! Sebelum Papa pulang, aku akan menghabisimu!” Begitu tubuhnya mu
Sebuah tangan mencengkeram keras lengan Isabella, menariknya berdiri dari tempatnya..PLAK!Satu tamparan keras mendarat telak di pipinya. Tubuh Isabella terhuyung, dan rasa panas langsung menyebar di wajahnya. Ia menoleh cepat.“Theodore?”.Wajah pria itu memerah, bukan karena malu, tapi karena mar
Di bandara. "Shela, terima kasih telah membantuku," ucap Isabella dengan lembut. "Bella, jangan sungkan. Aku senang bisa membantu," jawab Shela sambil tersenyum. "Aku akan merindukanmu," kata Isabella lirih, menggenggam tangan Shela erat. Shela tersenyum, meski matanya sedikit berkaca-kaca. "Aku
"Bella, lihat! Mereka sudah dekat." Shela menunjuk ke arah luar sambil membuka kaca mobilnya. Shela telah memerintahkan sopirnya untuk berhenti sejak diipinggir jalan. Khusus untuk melihat konvoi itu. Isabella baru saja ingin menoleh ketika ponselnya tiba-tiba bergetar. Pandangannya langsung tertuj
Detik berikutnya, terdengar ketukan di pintu ruang kerja. "Masuk," ujar Tuan Sinclair tanpa mengalihkan pandangannya dari Isabella. Pintu terbuka, memperlihatkan sosok Theodore yang berdiri dengan ekspresi tenang. "Ada apa?" tanya Tuan Sinclair. "Pa, Shela ada di depan. Dia ingin mengajak Isabel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.