Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bahagia Setelah Dimadu

Bahagia Setelah Dimadu

Tapi, itu masih dalam tahap wajar. Sebuah pesan Mita kirim ke nomor Amar setelah ia duduk di bangku taksi online. Ia memberi balasan sebab pertanyaan yang lelaki itu ajukan tentang kondisinya paska kecelakaan yang disebabkan oleh putrinya. 'Semoga hasilnya baik, yah, Mbak.' Harapan dan doa yang Amar berikan, Mita balas dengan kata 'aamiin' yang ia kirimkan sebagai pesan balasan terakhir sebelum ia kembali menikmati jalanan di luar kaca mobil.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai risalah amar
Baca
+Pustaka
Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Langkah kaki Mas Riki yang lebar, membuat Mas Amar tidak bisa membuat pertahanan. Aku tidak tahu bagaimana akan bertindak? Mas Riki tidak salah, dia hanya ingin membelaku. Namun Mas Amar mungkin tidak sepenuhnya bersalah. Bisa saja dia memfitnahku agar perceraian ini tidak rumit dan berjalan lancar. Itu yang dia mau, secepatnya pernikahan kami berakhir. Mas Amar melakukan sesuatu yang menurutnya benar. "Adikku tidak mandul! Bukan Arumi yang mandul, tetapi kamu! Aku bersumpah, demi Allah, kamu akan mendapatkan balasan setimpal dari perlakuanmu pada adikku! Allah akan membalas kontan semuanya!"
1053.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai risalah amar
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

Bu Farida terduduk lemas di kursi ruang tamu. "Bu, ini sepertinya surat dari Non Ami." Bibik menyerahkan sepucuk surat yang taruh Ami bersamaan dengan ponsel pemberian Emir di atas nakas kamar tidur. Ma, maafkan saya yang harus pergi. Untuk kesekian kalinya saya memang harus mengalah pada cinta. Sampaikan salam saya untuk Mas Emir dan Mbak Farah, semoga keduanya berbahagia.
9.9169.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai risalah amar
Baca
+Pustaka
Kekasihku Seorang Mafia

Kekasihku Seorang Mafia

"Sayang, bagaimana? apa hasilnya memuaskan?" "Ya, sangat memuaskan aku lulus dengan nilai yang bagus," ucapnya bahagia. "Itu bagus, ayo kita pulang. ibu sudah menunggu kita," "Cia, tunggu!!" langkah Cia terhenti, membalikan badannya kearah Amar yang menatapnya lekat. "Ada apa kak Amar?" "Berhati-hatilah, kita tidak tahu jika orang yang kita percaya memiliki sesuatu yang disembunyikan," ucapnya menjauh dari Cia yang terdiam mencerna ucapan Amar padanya.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai risalah amar
Baca
+Pustaka
AKIBAT ORANG KETIGA

AKIBAT ORANG KETIGA

Namun betapa terkejut ia saat melihat Amar tampak berjalan dari arah berlawanan. “Loh, Bapak mau ke mana?” tanya Fahira. “Baru saja bapak mau ke tempat kerjamu. Ponselmu tidak aktif?” “Tadi, kebetulan baterenya habis, Pak. Bapak sama Nia? Bukannya ini hari selasa, Nia mana?” tanya Fahira sambil mencari keberadaan anaknya. Amar menepuk bahu Fahira perlahan, “Anakmu kecelakaan, Fa. Itu sebabnya bapak datang kemari.”
9.7118.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai risalah amar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status