Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pengantin Pengganti Tuan CEO

Pengantin Pengganti Tuan CEO

jawab Riri seadanya. “Ada apa kau sampai menyusulku kesini?” Riri mengeluarkan sebuah map kecil dari tasnya kemudian memberikannya kepada Amora. “Ini Bu, saya menyerahkan surat wasiat tuan Arta untuk anda sebelum ia meninggal,” ujar Riri dengan sikap kakunya seperti biasa. Amora menerima map itu dengan kerutan terlihat jelas di permukaan dahinya. Dengan ragu, ia tetap mengambil map itu karena ia juga sangat penasaran apa isinya.
5.58.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 297 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
MENAGIH HUTANG DENGAN TOA MASJID

MENAGIH HUTANG DENGAN TOA MASJID

Ia ragu sejenak, lalu mengangkat. “Halo?” “Hai, Dara. Ini aku, Arif,” suara Arif terdengar lebih tenang dari terakhir kali mereka bicara. “Aku cuma mau ngabarin... hakim sudah mengabulkan gugatan cerai Amira hari ini.” Amira terdiam sesaat, memilih kalimat yang sesuai untuk menanggapi ucapan Arif. “Oh... aku ikut lega dengarnya,” ucap Amira datar. "Lalu apa rencana kamu selanjutnya?"
2.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 108 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Gairah cinta sang CEO

Gairah cinta sang CEO

jawab Citra terbata-bata karena ia harus membaca alasannya yang tertera di surat permohonan minggu lalu. “Ya sudah, kita adakan pertemuan nanti dan jangan lupa catat beberapa poin yang pernah kita bahas saat pertemuan pertama,” perintah Amira yang diangguki oleh Citra dari ujung sana. Amira menutup panggilan dan kembali ke kamar. Ia kembali mematut diri di depan cermin dan tak lupa merias wajahnya dengan riasan natural.
104.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 146 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

Tak lama Pak Satria membalikkan kembali badannya dan kembali melanjutkan langkahnya. *** POV NURA "Mas, Kita beneran mesti pergi dari rumah ini ?" Aku melihat pada Mas Amar yang tengah memasukan koper berisi pakaian ku dan pakaiannya ke bagasi mobil. Sejenak Aku menoleh kebelakang, Pada rumah Mas Amar yang begitu megah berlantai dua dengan warna cat dominan putih. Kini, didepan pintu rumahnya itu sudah ada tulisan dalam sebuah kertas yang di tempelkan bertuliskan 'RUMAH INI DISITA!'
1053.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Dia lalu menunduk sedih. Sedangkan pertanyaan itu tidak ingin dijawab oleh Amar. "Aku pamit. Tolong jaga Amara untukku.. dan juga..," berat sekali Amar mengatakannya. "Jika kamu menemukan lelaki yang tepat dan sangat mencintaimu, jangan tolak dia. Kamu berhak bahagia." Raina menatap sedih lelaki didepannya itu. Amar lalu memberikan anggukan kecil dan pamit untuk pulang yang entah dimana saat ini tempat untuk ia berlindung.
1070.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

Pandangan Amar beberapa kali mengarah pada Salma dan kertas itu secara bergantian. "Itu surat perjanjian. Kamu baca dan pahami. Dan ini kesempatan terakhir yang aku berikan buat kamu." Dengan gerakan pelan, Amar mengambil kertas tersebut. Rupanya tidak hanya selembar, melainkan dua. Banyak poin-poin yang tertulis di dalam kertas itu. "A-apa? Cerai? Salma, aku tidak mau cerai sama kamu, aku cinta sama kamu, Sal."
18.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 598 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Satu Malam Bersama Adik Ipar

Satu Malam Bersama Adik Ipar

"Sudahlah, Mas Amar. Kamu tidak perlu bertanya seperti itu. Bukankah kamu sudah terbiasa melakukan hal seperti ini?" Tangan Tisa menggerayangi dada Amar. Ia tidak sadar jika keadaannya sangat berantakan. Bahkan tubuhnya tengah polos dan bersimbah keringat hasil dari penyatuannya dengan Danis. "Cukup, Tisa. Lebih baik kita bercerai. Aku tidak sudi bersamamu lagi." Amar menepis tangan Tisa. Wanita itu justru tertawa keras. Ia berteriak dengan lantang. "Pergi saja kamu, Mas. Lelaki tidak berguna. Lagipula kita hanya nikah siri."
9.9204.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.2K Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Ketulusan Hati Amirah

Ketulusan Hati Amirah

Abizar segera meninggalkan kamarnya, pikirnya sudah nanggung mamanya sudah tau semuanya, meskipun dirinya tau mamanya sangat kecewa padanya, tapi karena rasa cintanya pada Amanda membuatnya hilang akal. "Kamu akan menyesali perbuatanmu terhadap Amirah, Nak, kamu akan menyesalinya, kamu akan menyesal ...." ucap Ambar sambil berlinang air mata. Ia sangat kecewa, ia tidak habis pikir dengan semua yang dikatakan Abi. Ia mencari dompet Amirah di kamar Abi, hingga dirinya menemukan tas ransel yang dibawa Amirah dulu waktu pertama kali datang ke rumah ini, ransel itu tergeletak di atas lemari handuk dekat toilet. Ambar segera mengambilnya, dirinya kaget di dalam tas itu pakaian yang biasa Amirah pa
1022.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 702 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Jodohku Pak Dosen

Jodohku Pak Dosen

Amar meminta izin menutup panggilan video call karena harus mengurus administrasi RS. Bapak ternyata berusaha melerai pertengkaran mbak Ratih yang memaki-maki juragan tetangga desa kami. Bapak tiba-tiba tergeletak kaku sembari memegang dada kirinya. Beruntung Amar berada di rumah dan segera melarikan bapak ke RS.
1019.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 616 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
Bahagia Setelah Dimadu

Bahagia Setelah Dimadu

Tapi, itu masih dalam tahap wajar. Sebuah pesan Mita kirim ke nomor Amar setelah ia duduk di bangku taksi online. Ia memberi balasan sebab pertanyaan yang lelaki itu ajukan tentang kondisinya paska kecelakaan yang disebabkan oleh putrinya. 'Semoga hasilnya baik, yah, Mbak.' Harapan dan doa yang Amar berikan, Mita balas dengan kata 'aamiin' yang ia kirimkan sebagai pesan balasan terakhir sebelum ia kembali menikmati jalanan di luar kaca mobil.
1013.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 411 Beses bilang risalah amar
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status