Air Mata Suami dan Mertuaku
lirih Bu Salma yang baru saja selesai mandi, disertai isak tangis memeluk tubuh lelaki di hadapannya yang penuh perban di tubuhnya.
"Alhamdulillah, ya Allah. Setelah berjam-jam kami menanti ternyata Kau berkenan mengabulkan doa kami. Kania, panggil suster, Nak, agar abangmu segera diperiksa oleh dokter!" titah Bu Salma.
"Ma, aku kenapa? Aku di mana, Ma?" Suara Ammar terdengar putus-putus dan berbisik.
"Kamu tenang dulu, ya, Nak. Jangan banyak bicara dan bergerak." Bu Salma menahan Ammar yang hendak bangkit untuk duduk di atas brankarnya.