Suamiku Jadul
kataku kemudian.
"Tidak bisa, harus jelas semua, masa foto begitu sudah jadi bukti?" kata seorang pria.
Kulihat Ika, dia menggelengkan kepala sambil, menatapku dengan tatapan sedih, aku mengerti maksudnya , akan tetapi memang harus dibuka biar semuanya jelas.
"Biar adil, HP Ustadz kita lihat juga," kataku kemudian.
Ustadz Rizal memberikan HP -nya, isinya hanya jadwal santri dan beberapa ceramah agama, tak ada yang aneh.