Nikah Yuk, Gus!
geretak Putra sambil melemparkan satu bantal sofa ke arahnya.
Bantal tidak bersalah itu tergeletak di depan kaki Shofi. Rasa sakit hati itu Shofi tahan dengan maksimal. Ia fokus pada posisi Putra yang bermaksud pindah dari tempat duduk. Semula, pria itu duduk di atas sofa empuk, sedang membaca pesan di ponsel, kemudian ingin melangkah menuju dipannya. Putra sudah terbiasa melawan rasa sakit berpindah posisi, mengunci rodanya terlebih dahulu, kemudian ia tumpukan kedua tangan untuk mengangkat beban tubuh. Sayangnya, detik itu Putra lupa menekan tombol kunci. Kursi roda canggih itu pun menjadi benda lemah, serupa kaki cacatnya yang rapuh.
Hot Chapters