Catatan Rumi
Bi Nia mengusap air matanya kemudian terdiam beberapa saat.
"Tidak ada kata kaya dalam diri dia." ujarnya kemudian. "Bagi dek Rumi, kekayaan adalah hal tabu yang yang tidak pernah bisa membeli kebahagiaan. Setelah kepergian Tuan Hamdi, tidak ada lagi semangat yang membara dari dek Rumi. Dia seperti sudah tahu kalau dirinya kehilangan orang yang menyayangi dia, maka kehidupannya tak akan baik-baik saja di hari ini, hari esok ataupun di hari berikutnya. Saya selalu melihat dek Rumi murung di kamarnya sendiri. Dia jarang menangis, tapi matanya selalu mengisyaratkan bahwa dirinya tengah berada dalam kondisi yang tertekan begitu parah. Bahkan saya sendiri sampai tak tega jika harus menatap matany
Hot Chapters