Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEXY PARIS

SEXY PARIS

"Aku pernah membaca syair...." "Syair?" "Bunga tidak akan tumbuh kecuali setelah melalui kematian dan cinta tidak akan tumbuh kecuali melalui perpisahan," ucap Paris seraya mendongak. Bibirnya menyentuh dagu Samuel, mengecupnya dengan sangat lembut. "Siapa nama penyair yang menulis itu?" "Kahlil Gibran," jawab Paris. "Aku tidak menyangka kau memiliki hobi membaca buku seperti itu," ejek Samuel.
9.52.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

‘Cinta adalah bunga yang tumbuh tanpa bantuan musim’. Selina menggumamkan sebuah syair cinta dari penyair Lebanon, Kahlil Gibran. Dia memejamkan matanya dan mengasah intuisi yang menganak sungai di pikirannya. Pikirannya yang kalut justru menjadi sebuah jembatan untuknya mengelola emosi dan mengekspresikannya melalui sebuah tulisan, prosa. Lalu dia meraih sebuah buku kecil dan pena. Jemarinya menari-nari di atas lembaran kosong untuk membuat sebuah sajak-sajak indah.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Tertawan Pesona Mantan

Tertawan Pesona Mantan

Dalam rasa haru akan perginya salah satu teman baik untuk mengabdi penuh pada sang suami, terlintas sebuah pesan dari penyair dan seniman dunia, Kahlil Gibran. "Ketika tiba saat perpisahan, janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan tampak lebih nyata dari kejauhan. Seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan." “Wah, wah, wah. Percaya deh, sama persahabatan kalian.” Suara Mama membuat pelukan kami melongar. Beliau datang membawa camilan susulan yang baru matang. Brownise panggang kacang almond. Mama memang suka membuat kue sendiri. Katanya lebih sehat dan higienis.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

Gibran terlihat yakin dan semangat ketika namanya dipanggil. "Silahkan baca nadzom Alfiyah dari bait 195 sampai bait 215," ucap Ustadz Mahmud. Laku Gibran pun membacakan badzom itu dengan suara merdu. Semua juri dan santri yang melihat begitu terpukau dengan penampilan Gibran yang begitu totalitas. Lalu dilanjut dengan peserta lomba yang lain. Semuanya begitu seru, dan untuk perlombaan yang lain diadakan di beberapa kelas dan ruangan lain.
9.524.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 845 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
CINTA COWOK AUTIS

CINTA COWOK AUTIS

“Yan… sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendapat imbangan. Kamu hampiri sahabat dikala hati gersang kegelapan dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian,” Ryan berbalik. Kata-kata itu pernah dibacanya suatu ketika. “Darimana kata-kata itu?” tanya Ryan menyelidik. “Aku sangat mengagumi karya-karya Khalil Gibran dan itu salah satu dari beberapa tulisannya. Carilah sahabat untuk bersama menghidupkan sang waktu, sebab dialah orang yang mengisi kekuranganmu, bukannya untuk mengisi keisenganmu,”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

“Ya Allah… ampuni segala dosaku. Apakah aku salah menikah dengan Galuh? Apakah ini balasan untuk masa laluku yang kelam? Balasan karena aku pernah menjadi perempuan yang hina, yang jauh dari jalan-Mu?” Suara Ratri bergetar, namun ia terus berdoa, membiarkan air matanya mengalir. “Ya Allah, ujian ini sungguh berat… tapi aku tidak akan menyerah. Jika ini adalah jalan penebusan dosa untuk hamba-Mu yang kotor ini, aku akan menerimanya. Berikan aku kekuatan… jangan biarkan aku terjerumus lagi… tuntun aku menuju ridha-Mu.”
722 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Tasbih Cinta Yang Hilang

Tasbih Cinta Yang Hilang

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ:: {الْمَوْتُ جِسْرٌ يُوْصِلُ الْحَبِيْبَ إِلَى الْحَبِيْبِ} Nabi saw. bersabda, “Kematian itu jembatan yang menghubungkan sang Kekasih (orang mukmin) kepada Kekasihnya (Allah SWT).” "Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kedua orang tuaku." ucap Inayah sembari melempar toga ke atas.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Lalu terbuka perlahan, memperlihatkan sisi dalamnya—yang kini penuh tulisan hitam samar, seperti mantra yang tercetak menggunakan darah yang memudar. Tulisan itu berubah, memanjang seperti diukir oleh tangan tak terlihat. Huruf-hurufnya bergerak dan membentuk kalimat yang membuat darahku membeku: AKU BELUM SELESAI DENGANMU. Suara napasku tercekat. Gibran memandang kain itu dengan wajah pucat, jelas tidak lagi menganggap semua ini sebagai halusinasi. “Alya…” suaranya nyaris berbisik. “Apa suamimu tahu soal kain ini?”
6749 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
My Destiny

My Destiny

’ ‘Kau seperti bintang yang bersinar terang. ‘Meski hilang ditelan gelapnya malam, sinarmu telah masuk kedalam relung hatiku ....’ ~Secret Admirer~ Satria tertegun. Tak dapat dipungkiri, ada rasa takjub dalam dirinya setelah membaca puisi singkat yang ditulis dengan kaligrafi latin tersebut. Selama ini dia memang sudah sering menerima surat. Kebanyakan dari surat-surat itu berisi kata-kata yang biasa, lebay, dan malah membuat Satria seketika merasa geram. Namun, surat ini berbeda. Meski sajaknya singkat, tetapi arti dan makna si penulis tiap bait sangat terlihat jelas bagi siapapun yang membacanya.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kahlil gibran puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status