여기 saat ku membuka mata와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 saat ku membuka mata와 같은 이야기는 Thriller, Romansa 및 Horor 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Make A Wish (Indonesia)부터 시작해보세요!
Kanya POV
Samar-samar aku melihat sinar ketika perlahan-lahan membuka kelopak mataku. Namun, masih terasa berat untuk kubuka, aku membiarkan mataku terpejam kembali selama beberapa saat, sebelum aku siap membuka mataku kembali.
ceritanya bagus bgt good job author cm skrg kami dipersulit utk membaca tiap bab nya sedangkan novelnya ribuan bab kpn kami selesai baca klo poinnya makin kecil pdhl udh ntn iklan byk tp gk bisa buka bab please author tlog dipermudah ya biar kami makin semangat membaca novel ini maaf ya author ......
Syamsiah
greget bacanya karna panjang sekali,mau berhenti tapi isi ceritanya selalu bikin penasaran.aku tidak percaya ini sudah hari ke 25 aku membaca novel ini... sedangkan novel yang dibukukan setebal kamus bahasa inggris bisa ku selesaikan baca nya dlm waktu seminggu.
novel ini bagus banget tiap bab nya...
CATALEYA
Cahaya matahari yang menerobos masuk melalui gorden jendela yang tidak sepenuhnya tertutup membangunkanku pagi ini.
Kelopak mataku perlahan terbuka bersama rasa asing yang terasa di sela-sela paha.
Bukan hanya perasaanku yang asing, namun tempatku berada saat ini juga tidak familier denganku.
Di mana ini?
Biar tak ada lagi binatang ataupun kembang yang mengutuk wajah sang malam.
Perlahan kelopak mataku terbuka kala seberkas cahaya masuk melalui celah kelambu tipis memenuhi retina, mencoba untuk terbangun. Namun, rasa pusing menyerang kepala menimbulkan denyut menyakitkan.
jawabku tanpa membuka mata, merasa enggan untuk terjaga.
Namun, seiring dengan berlalunya waktu, kesadaranku mulai pulih. Aku mulai merasa ada yang aneh. “Loh? Itu suara siapa?” batinku, pelan-pelan membuka mata, mencoba mencari asal suara.
21. Sikap Aneh sang Mama
"Ra, psst Ra bangun."
Aku melenguh, merasa terganggu dengan suara yang terus memanggilku dan menyuruhku untuk segera terbangun dari alam mimpi. Kedua mataku menyipit, terasa begitu berat untuk kembali membuka lebar kelopak mata. Mulut terbuka lebar–menguap. Mengerjap sekali lagi, memastikan objek di depanku yang masih terlihat kabur.
Ketimbang hidup seperti ini dalam kondisi mental yang terpuruk.
“Mi, Mami.”
Suara itu tiba-tiba mengejutkanku. Aku tersentak luar biasa. Terbangun dan langsung membuka mata ini lebar-lebar. Aneh, kepalaku sudah tak lagi pusing. Pandangan ini tak lagi kabur dan telingaku sudah mampu mendengar jelas.
Ia malah masih mendengkur.
"Bangun, Mas. Sudah pagi!" Aku membuka jendela agar udara dapat masuk ke dalam ruangan.
Suamiku menggeliat dan mulai membuka mata. Gegas aku membuka selimut dan melipatnya.
"Ayo bangun!" Aku menarik tangannya.
Ponselku kembali berdering, kulihat foto Vita yang terpampang di layar. Aku hanya memutar bola mata malas. Kali ini aku tidak akan mengangkatnya, tidak.