PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
potong Diajeng Sekar Laras, “kami sudah menikah setahun yang lalu. Dan sayalah yang memintanya untuk menikahi saya agar kami terhindar dari perbuatan yang tercela. Hidup bercampur di sebuah padepokan terpencil begitu godaannya bisa saja besar, Koko Prabu, Yu Sekar Arum, dan Dikmas Wiratama.”
Prabu Nara, Permaisuri Sekar Arum, dan Patih Wiratama mengangguk-angguk. Ketiga wong agung itu mencoba untuk menelaah baik-baik perkataan dari Diajeng Sekar Laras.
“Menurutku, langkah yang diambil oleh Nimas sudah tepat,”ujar Prabus Nara. “Berapakah usia manusia sakti yang menjadi suamimu itu, Nimas?”