Dua Tuan Tampan
Itu bukan hanya persaingan dua pria, melainkan persaingan yang berakar dari masa lalu, dari duka, dari perbedaan yang mendalam.
Arjuna menghentikan permainannya. Ia membuka mata, dan pandangannya langsung bertemu dengan Raina yang berdiri di ambang pintu, dengan wajah basah oleh air mata. Arjuna terkejut, raut wajahnya kembali mengeras. Ia tidak ingin ada yang melihat sisi rapuhnya.
"Raina," suara Arjuna terdengar tajam, ada sedikit kemarahan dan rasa malu di dalamnya. "Apa yang Anda lakukan di sini?"
Capítulos em Alta