Suatu Senja di Tanah Senja
“ ‘Kalau begitu, biar aku yang mengajarimu. Dengarkanlah, wahai engkau cendikiawan yang pandai. Dengarkanlah, karena kebenaran terletak pada keseimbangan kata-kata. Coba pikirkan ini, pendeta yang suci. Kau dan aku sama-sama tahu jagat raya tidak sempurna dan manusia pun tidak sempurna. Karena itu, sangatlah masuk di akal kiranya Dia yang menciptakan jagat rya dan manusia juga tidak sempurna. Tapi, Tuhanmu Yang Esa itu, tidak pernah mau mengakui ketidaksempurnaanya. Bisakah kau jelaskan mengapa?’ Saat melihat Buhairah bergeming di tempatnya, si pemuda kemudian melempar sobekan kitab Perjanjian Lama ke kaki Buhairah. Kemudian, ketika pemuda itu berbalik, Buhairah berkata, ‘Kau telah mengutukk
Hot Chapters