Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

"Kontraknya akan berakhir dalam setengah bulan. Aku rencana mau cerai sama Leonard." Saat berkata begitu, Liana menonton video di tabletnya yang telah diputar ratusan kali. Dalam video itu, suaminya menatap kekasih masa kecilnya dan berkata dengan penuh perasaan, "Emily, aku masih belum bisa lupakan kamu. Kembali ke sisiku, ya?" Kemudian, Leonard Hadinata mencium bibir merah Emily. Sementara itu, Kai Hadinata, putra yang telah dikandung Liana selama sembilan bulan dan dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, berseru lantang, "Papa, aku mau Bibi Emily jadi mamaku!" Tekad Liana untuk pergi pun menjadi makin kuat. Di ujung telepon, Melisa, ibunya Leonard terdiam sejenak. Kemudian, dia menasihati Liana untuk berpikir matang-matang. "Kamu harus pertimbangkan baik-baik. Kalau cerai, kamu bukan cuma harus tinggalkan pekerjaanmu saat ini. Karena ada kontrak itu, kamu bahkan nggak akan kebagian banyak harta." Liana menjawab tanpa ragu, "Emm. Berhubung akta nikah itu palsu, aku pasti akan pergi tanpa ambil sepeser pun. Jangan khawatir." Melisa mencoba membujuknya untuk tetap tinggal, "Kalau bersikeras mau cerai, kamu pasti nggak akan dapatkan hak asuh anak. Kamu rela untuk pisah sama anakmu?"
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Putri yang Tak Diharapkan

Putri yang Tak Diharapkan

Sebelum aku berumur delapan belas, aku adalah putri kesayangan Keluarga Mahendra. Semua berubah pada hari ulang tahunku yang kedelapan belas, ketika ayah pulang membawa seorang gadis yatim piatu bernama Karina. "Dia butuh rumah," kata ayah. "Kamu yang akan mengurusnya, seperti adikmu sendiri." Sejak saat itu, semuanya berubah. Kakakku yang dulu begitu memanjakanku, menjadi dingin dan menjauh. Dan tunanganku... seakan cintanya padaku tiba-tiba berkurang setengah. Keluarga memuji Karina karena lembut dan patuh, menyebutnya anak yang jauh lebih baik daripada aku, darah daging mereka sendiri. Setelah berkali-kali tersisih karena Karina, aku akhirnya putus asa dan meraih lengan ayah. "Apakah hubungan darah nggak ada harganya di mata kalian?" Amarah ayah menyala. Ia melindungi Karina yang berlinang air mata di belakangnya, dan di depan setiap anggota keluarga, ia menamparku. "Kamu anak egois. Seandainya aku tak pernah melahirkanmu." "Kamu mempermalukan keluarga ini." Suara saudaraku Martin Mahendra sedingin es. "Pergi!" Dan tunanganku, Vincent Santoso, menatapku penuh kecewa. "Seandainya sejak awal yang bertunangan denganku adalah Karina." Mereka mengira aku akan merangkak di hadapan mereka, seperti biasanya. Tapi aku diam saja, berjalan ke brankas keluarga, mengeluarkan kartu keluarga, dan mencoret namaku dengan satu garis. Aku melepas cincin pertunangan dari jariku dan meletakkannya di atas meja. Aku memberikan Karina segala yang menurut mereka tidak layak kuterima. Bagaimanapun, aku hanya punya beberapa hari lagi untuk hidup. Yang tak mereka sadari adalah kelak, di atas kehancuran Keluarga Mahendra, mereka akan berlutut di bawah hujan, memohon aku kembali.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Dokter Forensikku, Kakakku

Dokter Forensikku, Kakakku

Kakakku selalu berharap aku mati. "Suzanne, kamu ini benar-benar berdarah dingin! Yani sayang sekali sama kamu, tapi kamu tega membuatnya terjebak di depan pintu untuk melindungimu dari pisau itu! Kenapa kamu masih berani hidup?" Lima tahun lalu, tunangan kakakku meninggal karena aku. Lima tahun kemudian, tubuhku yang hangus terbakar tergeletak di meja autopsi kakakku. Akhirnya, keinginannya tercapai. Namun, saat dia tahu bahwa yang mati itu aku, dia menjadi gila.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Anak Dan Suami yang Terpikat Guru Les

Anak Dan Suami yang Terpikat Guru Les

Pada hari ulang tahun putriku. Dia sengaja berkata di depan semua orang, "Mama, kamu sudah jadi wanita tua, jangan ikut makan kue. Papa beli kue ini mahal, tahu." Hatiku langsung mencelos. Saat aku menoleh, kulihat dia membawa sepiring kue terbesar dan memberikannya kepada guru les privat. "Mama Vira, stroberi di kue ini manis sekali. Cepat cicipi." Suamiku mengabaikan rasa canggungku. Dia malah tersenyum, lalu mengoleskan sedikit krim ke wajah putriku dan guru les itu. "Panjang umur dan selalu selamat." Melihat mereka bertiga tertawa bersama, tampak begitu manis dan akrab. Saat itu juga, aku benar-benar menyerah. Jadi, aku menelepon dosen pembimbingku dan memilih bergabung dengan program rahasia nasional. Bagaimanapun juga, mengorbankan impian demi orang-orang seperti mereka, sungguh tidak sepadan.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Penyesalan Ayah dan Ibu, Saat Kupergi

Penyesalan Ayah dan Ibu, Saat Kupergi

Setelah terlahir kembali, aku sendiri mengatur setiap kesempatan agar aku selalu melewatkan pertemuan dengan orang tua kandungku. Saat mereka hendak membawa adik angkatku untuk foto keluarga, aku sengaja mandi air dingin agar diriku demam. Saat mereka menyewa feri di luar negeri untuk merayakan ulang tahun adik angkatku, aku sengaja mendaftar lebih awal ke sebuah proyek rahasia, sehingga aku tidak bisa pergi ke luar negeri. Saat mereka mendirikan perusahaan untuk adik angkatku, aku bergegas mengajukan mutasi kerja ke Kota Noran yang berjarak ribuan kilometer, demi menunjukkan bahwa aku tidak akan pernah lagi memperebutkan apa pun. Semua ini kulakukan hanya karena di kehidupan sebelumnya, aku menghabiskan puluhan tahun memperebutkan cinta orang tua dengan adik angkatku, tetapi hanya berakhir dengan aku dicap sebagai orang yang "penuh tipu daya" dan "licik". Semua orang lebih menyukai adik angkatku yang lugu dan ceria, serta muak kepadaku yang pendiam dan jarang bicara. Bahkan, suamiku dan anakku sendiri tidak bisa memahami penderitaanku. "Kita semua ini keluarga, nggak bisakah kamu diam barang beberapa hari saja? Setiap kali pulang, kamu selalu memancing pertengkaran, bikin semua orang nggak tenang. Kamu benar-benar harus introspeksi diri!" Aku pun mati dalam kesepian di atas ranjang rumah sakit. Namun, saat kembali membuka mata, tak disangka aku kembali ke masa ketika aku baru saja diakui dan pulang ke rumah keluarga kandungku. Kali ini, aku tidak ingin berebut lagi. Aku ingin hidup untuk diriku sendiri.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Setelah terlahir kembali, Susana Septino baru menyadari bahwa dirinya telah kembali ke tahun 1989. Di tahun itu, dia berusia 30 tahun, sementara Brian Cohadi, suaminya, berusia 35 tahun. Baru saja terpilih sebagai akademisi termuda di Akademi Ilmu Pengetahuan Kutosia, Brian dikenal sebagai talenta andalan negara dengan prospek yang nyaris tak terbatas. Mereka memiliki anak kembar berusia sepuluh tahun. Semua orang bilang dia beruntung, pintar memiih suami, dan memiliki anak yang lucu-lucu. Namun, hal pertama yang dia lakukan setelah terlahir kembali adalah berkonsultasi dengan pengacara dan menyusun dua perjanjian perceraian. Dia menelepon ke kantor suaminya dan kebetulan asistennya yang menjawab. Mengetahui dirinya yang menelepon, asisten langsung menjawab, "Kakak Ipar, Pak Brian sedang sibuk dan nggak punya waktu." Dia pergi ke lembaga penelitian untuk mencarinya, tetapi sekuriti menghentikannya di depan gerbang. "Maaf, Pak Brian nggak menerima tamu." Tiga hari kemudian, dia membawa perjanjian cerai itu kepada cinta sejati suaminya. Dia mendorong perjanjian cerai di depan Emily Juwanda. "Suruh Brian menandatangani perjanjian cerai ini. Mulai sekarang, dia dan kedua anak itu akan menjadi milikmu," katanya dengan nada datar.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Untuk ke-99 kalinya tunanganku, Javier, menutup teleponku. Aku menyeret diriku menuju gereja keluarga sambil menggenggam erat hasil diagnosis gagal ginjal stadium akhir di tanganku. "Pastor, aku ingin melepaskan diri dari Keluarga Pramudya dan membatalkan pertunanganku dengan Javier Laksmana." Belum sempat kata-kata itu benar-benar meninggalkan bibirku, orang tuaku tiba-tiba menerobos masuk bersama adik angkatku, Tasya. Ayahku, seorang penasihat mafia, tidak ragu sedikit pun. Dia menamparku keras, tepat di depan pastor. "Tunanganmu adalah seorang pewaris Mafia yang dihormati di dunia kita, dan kamu memilih untuk menghina dia!" "Kamu mencoreng nama keluarga kita di depan seluruh organisasi!" Ibuku merebut hasil diagnosis dari tanganku, lalu mencibir setelah sekilas melihatnya. "Berpura-pura sakit demi menarik perhatian lagi, ya? Apa yang kamu inginkan kali ini?" Adik angkatku, Tasya, berpegangan pada lengan kedua orang tua kami. Suaranya tersendat oleh tangis. "Aku minta maaf, Kak… Kakak boleh mengambil tempatku di gala. Tolong… jangan buat Ibu dan Ayah susah lagi!" Aku mengusap darah yang menetes dari hidungku, lalu dengan tenang mengulangi perkataanku kepada pastor, "Aku bukan lagi putri Keluarga Pramudya. Aku tidak layak menjalin pertunangan dengan Keluarga Laksmana." "Aku akan mati dalam tiga hari. Aku ingin pertunangan ini dibatalkan sebelum itu."
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
11.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Mandul, Lalu Dikhianati

Mandul, Lalu Dikhianati

Aku dan Alden telah menikah selama bertahun-tahun, tetapi belum memiliki anak. Dokter mengatakan aku mandul. Aku pun menangis dan meminta cerai dengan Alden. "Tinggalkanlah aku dan cari orang lain. Dengan begitu, kamu masih bisa punya anak." Namun, Alden memelukku dan menjawab, "Freya, entah kamu bisa punya anak atau nggak, aku paling mencintaimu." Setelah mendengar kata-kata itu, aku sepenuhnya menyerahkan seluruh hatiku padanya. Namun, beberapa bulan kemudian, aku menemukan sebuah pesan di ponselnya. [ Alden, hari ini ulang tahun anak kita. Kamu bisa datang? ] Aku merasa bagaikan disambar petir. Anak? Dari mana datangnya anak itu? Apa semua yang dia katakan kepadaku adalah kebohongan?
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Wanita Simpanan Pembunuh Anakku

Wanita Simpanan Pembunuh Anakku

Aku mati, tetapi suamiku justru mengira ini hanyalah caraku menghindari perceraian. Bukan hanya terang-terangan membawa pulang cinta pertamanya ke rumah, dia juga memercayai kata-katanya, hingga mengabaikan putri kami yang tiba-tiba menghilang. Sampai akhirnya, sebagai seorang dokter forensik, dia sendiri yang membedah jenazah seorang anak kecil yang wajahnya sudah tak dapat dikenali. Saat mengetahui bahwa itu adalah putrinya, dia pun benar-benar runtuh.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status