Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Pada hari anakku selesai ujian masuk universitas, aku meninggal di rumah sakit karena kanker stadium akhir. Sementara itu, suamiku sedang memeluk mantan kekasihnya di hotel dan berkata, "Cepat atau lambat, wanita tua itu akan kasih tempat buat kamu." Anakku berpesta semalaman di bar, mabuk-mabukan sambil mengeluh kepada temannya, "Ibuku itu maunya mengatur seluruh hidupku. Aku malah pengen jauh-jauh darinya." Mertuaku mengobrol dengan tetangga, "Seharian dia nggak melakukan apa-apa, cuma tahu makan saja. Aku menyesal punya menantu kayak dia!" Aku sudah tidak bisa membantah mereka lagi. Kali ini, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Identitas Rahasia Mantan Istri Terbuang

Identitas Rahasia Mantan Istri Terbuang

Mereka memergoki tunanganku bersama adikku pada malam pesta pertunangan kami. Mereka terlihat bermesraan di sebuah gudang penyimpanan anggur. Nama keluargaku tercoreng. Kami menjadi bahan tertawaan di seluruh keluarga mafia Kota Lilagos. Lalu, datanglah Mario Lukas. Dia melamarku di depan semua keluarga, menyelamatkan kehormatanku dan membentuk aliansi yang jauh lebih kuat. Selama empat tahun, dia selalu memperlakukanku dengan istimewa. Namun, cedera lama membuatnya tidak mampu memiliki ahli waris. Tahun ini, melalui dokter pribadi keluarga, aku akhirnya bisa hamil. Setelah itu, pengabdiannya semakin sempurna. Aku pikir pria yang berkuasa itu adalah penyelamatku. Satu-satunya pelindungku. Sampai aku mendengarnya saat berbicara dengan asistennya. “Bos, Hana sangat mencintaimu. Bagaimana kau tega melakukan ini? Kau menyuruh dokter menukar botol itu, menjadikan Hana sebagai ibu pengganti untuk ahli waris Keluarga Kayana. Hanya karena Ruri tidak sanggup menahan sakit? Anak ini akan lahir dalam dua bulan. Apa rencanamu?” Dia terdiam sejenak. Saat berbicara, suaranya sedingin es. "Saat anak itu lahir, dia akan jadi anak Ruri. Itu satu-satunya hal yang bisa menjamin masa depannya bersama Keluarga Kayana." "Sementara Hana?" "Aku akan memberitahunya bahwa bayi itu tidak selamat." "Dia tetap akan menjadi istri Mario Lukas, dan memiliki semua yang dia inginkan." Ternyata begitulah kenyataannya. Pelindungku yang hebat. Semuanya … ternyata demi wanita lain. Garis keturunan yang tercemar ini .... Aku tidak ingin dia berada di dalam rahimku. Mengenai pernikahan palsu ini, aku sudah menyerah.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain

Malam setelah aku didiagnosis hamil, vilaku tiba-tiba terbakar. Aku menahan rasa sesak dan mempertaruhkan nyawaku untuk berlari ke kamar putraku. Namun, ternyata tidak ada siapa pun di dalam sana. Tiba-tiba, aku mendengar sorakan bahagia di luar sana. "Kak Tasya, kamu keren sekali. Kamu pasti dapat juara satu pada lomba nanti!" Aku ingin menegur putraku yang membuat onar ini, tetapi tubuhku malah tertimpa tembok yang runtuh. Ketika kesadaranku mulai melemah, aku mendengar suamiku yang selalu bersikap tegas, memuji keberanian seorang wanita. Jika tebakanku tidak salah, seharusnya suami dan anakku membakar vila ini demi menyenangkan hati wanita itu. Aku hanya bisa menatap pintu yang begitu dekat denganku. Sebelum mati, aku mengirim sebuah pesan kepada suamiku.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera. Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat. Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal. "Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?" Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi. Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah. "Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!" Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Kakak sepupu, Irene Candra, menggunakan komputerku dan lupa keluar dari WhatsApp. Aku membantu mengeluarkan akun WhatsApp-nya. Sebuah pesan grup muncul di layar. [Demi merayakan nilai ujian Felix yang makin meningkat, malam ini kita makan malam sekeluarga.] Aku penasaran dan membuka pesan di grup itu. Di grup itu ada empat orang. Ayah, Ibu, adikku Felix, dan Irene. Felix membalas, [Cuma kita berempat, Clara nggak diajak?] [Siapa suruh dia terlalu pelit, nggak mau berbagi apel dengan kakak sepupunya sendiri.] Aku tertegun, ternyata sudah lama aku dianggap orang luar di keluarga ini.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pada hari ketika aku dikonfirmasi menderita kanker, suamiku menampar wajahku dan berkata, “Kau begitu keji dalam hatimu, bahkan ingin merebut penyakit adikmu.” Anak kami berteriak, “Mama sangat jahat, aku benci Mama.” Aku tidak menangis dan tidak membuat keributan, hanya diam mengemas lembar pemeriksaan, sambil memilihkan liang kubur untuk diriku sendiri. Lima belas hari lagi, aku akan pergi dari kota ini, menyelip ke dalam sunyi, seperti bayangan yang menghilang. Saat semuanya berakhir, aku ingin bahkan penyesalan mereka pun tak sempat menemukan aku.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Penyesalan Seorang Komandan

Penyesalan Seorang Komandan

Setelah terlahir kembali, Sheila Santoso seolah-olah berubah menjadi orang yang berbeda. Dia tidak lagi bangun sebelum fajar, dan menghitung waktu dengan cermat untuk menyiapkan sarapan hangat bagi Jevan Ferdinan, memasukkannya ke dalam termos makanan, lalu mengantarkannya sampai ke markas resimen hanya agar suaminya bisa menikmati masakan rumah. Dia juga tidak lagi menjemput anaknya di tempat penitipan setiap sore, menggandeng tangan putranya sambil mendengarkan celotehan si kecil tentang lagu baru yang dipelajarinya hari itu. Bahkan ketika putranya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di rumah sakit, dia tetap tidak menghiraukan puluhan panggilan telepon dari Jevan. Baru pada panggilan ke tiga puluh delapan, akhirnya dia menerima telepon itu dengan santai. Suara Jevan yang semula penuh kecemasan kini seperti menahan amarah, "Jodi kecelakaan. Apa kamu tau?" Sheila menggenggam gagang telepon, pandangannya tetap tertuju pada dokumen di hadapannya. Suaranya tenang tanpa emosi, "Tau. Bukannya kamu udah nelepon puluhan kali?"
175 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Dalam perjalanan merayakan ulang tahun anakku, aku mengalami kecelakaan mobil. Saat terbangun, aku melihat anggota keluarga mengelilingi ranjang rumah sakit, lalu aku bercanda, "Maaf, kalian siapa?" Aku menahan tawa, ingin melihat bagaimana mereka akan menghiburku, si "pasien amnesia" ini. Apakah ibu dan suamiku akan menggenggam tanganku dengan penuh kasih? Atau anakku akan menerjang sambil menangis memanggil Mama? Namun aku tidak menyangka, mereka malah tertegun sejenak, lalu sama-sama menghela napas lega. Ibuku yang pertama kali berbicara, suaranya terdengar lega, "Bagus juga kalau lupa. Sebenarnya kamu cuma anak angkat Keluarga Kurniawan. Bella-lah putri kandung Keluarga Kurniawan yang sebenarnya." Suamiku juga menunjuk ke arahku, lalu berkata pada anak kami, "Kamu seharusnya panggil Tante." Belum sempat aku pulih dari keterkejutan, kulihat anak yang selama ini kulindungi mati-matian, menoleh dan langsung berlari memeluk putri palsu itu. "Mama! Aku seharian tadi main di luar, kangen sekali sama Mama!" Ternyata, amnesia ini malah persis seperti yang mereka harapkan. Kalau begitu, semua yang palsu ini, tidak perlu lagi dipertahankan.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Kehangatan Yang Datang Terlambat

Kehangatan Yang Datang Terlambat

Sahabat masa kecil dan adikku sama-sama jatuh cinta pada murid kurang mampu yang pindah ke rumah kami. Setelah melihatnya merebut semua kasih sayang keluarga dan cinta dariku, aku memutuskan untuk menghilang dari rumah ini selamanya. Setelah aku pergi, pria yang pernah berkata ingin aku mati justru mencariku seperti orang gila.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Penyesalan Ibu setelah Aku Mati

Saat aku disiksa sampai mati, ibuku sedang menenangkan adikku yang cemas karena akan menghadapi ujian bedah anatomi. Di rumah sebelah, psikopat itu membiarkan darahku mengalir sambil menelepon ibuku dengan ponselku. “Ibu, aku sakit banget. Tolong aku,” mohonku sambil menangis dengan putus asa. Namun, balasan yang kudapatkan hanyalah makian. “Kakakmu sangat licik, juga suka bohong. Nggak usah dipedulikan.” Tiga hari kemudian, rumah tetangga kami menjadi lokasi pembunuhan yang sadis. Sebagai ahli forensik, ibuku pun dipanggil polisi untuk melakukan autopsi pada seonggok mayat gadis tak berkepala. Namun, dia tidak tahu bahwa mayat yang berbaring di meja autopsi adalah putri yang paling dibencinya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai sekeluarga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status