Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan
Setelah tiga hari perang dingin, tunanganku yang merupakan kepala Keluarga Hartono, membawa asistennya, Bella, pergi berlibur ke sebuah pulau. Lukas mengira aku akan menggila karena merasa cemburu, seperti yang selalu terjadi sebelumnya. Namun, saat dia kembali ke Velmani sebulan kemudian, yang ditemukannya adalah wanita yang berbeda.
Lukas memaksaku merelakan kantorku yang berada di pojok. Aku juga tidak melawannya, hanya membereskan barang-barangku dan menyerahkan kantor itu.
Untuk mengangkat posisi Bella, Lukas menjelekkan reputasiku di depan rekan penting saat rapat tahunan keluarga. Semua itu dilakukannya hanya agar Bella bisa bersinar. Aku bahkan tidak berusaha membuktikan aku tidak bersalah, hanya menerima teguran dari keluarga dan menjalani hukumanku.
Saat Lukas ingin menempatkan Bella sebagai penanggung jawab dari bisnis keluarga yang paling menguntungkan, aku juga tidak marah. Aku menyerahkan semua dokumen yang diperlukan tanpa perlawanan, membiarkannya membagi ulang kekuasaan sesuka hatinya.
Bella tersenyum dengan sombong. "Lihat? Apa kataku? Wanita seperti dia cuma butuh tindakan yang tegas. Cuma sekali perjalanan ke pulau saja, dia sudah ketakutan bakal kehilangan kamu. Lihat betapa patuhnya dia sekarang."
Lukas memercayai kata-kata itu, bahkan memuji pemikiran Bella.
Untuk pertama kalinya, Lukas menjanjikanku sebuah pernikahan yang begitu megah hingga akan menjadi legenda di dunia mafia Velmani. Namun, dia sepertinya lupa pada perjanjian pembubaran yang telah ditandatanganinya. Perjanjian itu aku berikan tepat sebelum dia masuk ke mobil untuk pergi ke liburan mereka.
Aku sudah memutuskan semua hubungan dengan Lukas. Aku akan pergi, tetapi dia sama sekali tidak mengetahuinya.