Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami

Gadis Klepto : Mencuri Hati Suami

Idris sambil menurunkan kaki dan duduk tegak melihatku. “Tidak kosong. Banyak para pekerja yang tetap bekerja saat malam, lembur.” “Emm, Anda tenang saja, Tuan Naoto sangat sopan dan menghargai perempuan,” ucapku. Coba menebak apa yang ada dalam pikirannya. Ia pasti berburuk sangka padaku dan Naoto. “Apa peduliku. Itu urasanmu …!” sengitnya tiba-tiba.
10875 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
DERSIK

DERSIK

Ketuk sang pekerja rumah saat sudah sampai di depan ruang kerja paman Fia. “Tuan, saya membawa nona Fia bersama temannya” ucap sang pekerja dengan nada suara sedikit keras tapi masih terbilang hormat. “Masuk” ucap seseorang di dalam ruang kerja dengan nada suara tanpa emosi. Setelah mendengar jawaban dari pemilik ruangan, sang pekerja mulai membukakan pintu untuk Fia dan Yuan masuk. Setelah Yuan dan Fia memasuki ruangan dengan sopan sang pekerja tadi pamit undur diri.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
Jurnal Sang Dokter

Jurnal Sang Dokter

ucapku yang kemudian segera berjalan ke arah ruang kantor yang ditunjuk. Aku melihat kantor dalam keadaan sepi, padahal hari itu masih siang, pekerjaan proyek harusnya masih berjalan. “Permisi, selamat siang,” teriakku. Beberapa saat aku menunggu, akhirnya ada seseorang yang muncul di sana. “Ada apa?” tanya orang tersebut, dari penampilannya seperti salah satu pekerja bangunan di sana, kaos yang dilapisi rompi merah dan juga topi khas pekerja konstruksi.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

teriak salah satu pekerja yang sedang berlari. Adrian yang sedang menulis Jurnal pekerjaanya seketika menengok kepada seseorang itu. terlihat salah satu pekerja berlari dengan sekuat tenaga ke arahnya yang pada saat itu sedang ada di tenda tempat dia menulis jurnal dan catatan untuk pekerjaanya. “Meneer, Meneer Itu, Itu?” teriak pekerja dengan berlari menunjuk sesuatu dalam keadaan panik.
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.4K kali sebagai seorang pekerja
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Iparku Yang Menggoda

Iparku Yang Menggoda

Saat turun, Ia bisa melihat tanah di sana sangat luas juga beberapa pekerja nya yang melenggang ke sana kemari sibuk dengan tugasnya masing-masing. "Selamat siang Pak Matthias, saya sedikit terkejut melihat kedatangan anda yang mendadak," ucap seorang pria dewasa dengan helem berwarna berbeda dari yang lain. Sepertinya mandor nya, jabatan paling tinggi.
14.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 581 kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
My Boss My Husband

My Boss My Husband

"Iya. Beruntungnya wanita itu!" "Kayaknya, aku pernah lihat wanita ini, deh! Bukankah wanita ini bekerja di perusahaan ini juga?" "Benarkah?" "Heem!" Fani dan Sarah terus melihat ke arah rombongan pekerja yang melintas di depannya. Sejenak, mereka juga melihat beberapa orang yang terlihat sangat kecewa dengan berita tersebut. "Tenang! Sebelum janur kuning melengkung, masih ada harapan, kok!" ucap pekerja mengusap bahu temannya.
8.630.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
Istri Gelap Tuan Arrogant

Istri Gelap Tuan Arrogant

Semua pekerja, mulai dari tukang kebun, satpam, sopir, para pekerja wanita lain dengan bermacam-macam tugasnya. "Kinanti, ayo apa lagi," Sarah memintanya mendekat sebab hanya tinggal dirinya yang belum mengambil bagiannya. Kinanti mengangguk dan mengambil sepiring rujak, sekilas Kinanti menatap wajah-wajah yang tengah asik menikmati rujak. Hingga tanpa sengaja tatapannya berbenturan dengan Adam, tiba-tiba Adam tersenyum dan mengkedipkan sebelah matanya.
9.74.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132.7K kali sebagai seorang pekerja
Tampilkan Ulasan (890)
Baca
+Pustaka
Customer Ios
ceritanya bagus..saran dari sy kenapa ceritanya gak d asingkan aja judulnya contohnya kisah Mauren judul lain..kisah serena judul lainjadi bab nya gak kepanjangan..soalnya sy ada baca d aplikasi lain seperti itu..saran aja sih
tea gendis
karna harga koin mahal tapi sekarang bisa setelah nonton iklan,bisa buka novelnya terima kasih author sukses selalu udah sampe bab 290,gk sabar baca lagi dan lagi nunggu besok lagi ah dapet koin grtis
Baca Semua Ulasan
Partner In Crime

Partner In Crime

kelakar pria tersebut. Ia menjulurkan tangannya kepadaku, dan dengan wajah tersenyum kuraih tangan pria itu dengan tegas. Kujabat dan kugerakan naik turun, ia tampak terkejut. “Apa pekerjaanmu?” tanya pria tersebut. “Aku hanya pekerja kantoran, bukan karyawan melainkan pegawai honorer.” “Oh begitu, yah?” Kami sempat terdiam dalam beberapa menit, kemudian pria itu berpamitan untuk pergi karena rekan-rekannya sudah datang. Aku dan Tiara tersenyum membalas ucapan pamitnya.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
Menikahi Pria (tak) Sempurna

Menikahi Pria (tak) Sempurna

Tiga orang perempuan bertugas memasak untuk makan para pekerja. Ada beberapa pekerja lepas yang pulang ke rumah. Mereka masih muda-muda, jadi ada kesibukan mengurus anak. Ada tiga orang sopir yang kadang menginap, kadang juga pulang. Tiga orang ibu muda yang bertugas mengurusi administrasi. Ponsel Devin di atas meja berdering. Diraihnya benda yang tertera nama Mama dilayarnya. "Hallo, Ma."
10413.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Nyonya Bos

Terjerat Pesona Nyonya Bos

Dia takut karena kegiatan meditasi sang nyonya jadi terganggu dan ujung-ujungnya dia juga yang kena semprot nanti. “Tidak Nyonya. Saya bukan mau kasbon kok,” sambar si pekerja kebun mengelak. Manik mata Eliana yang semula sedang menatap Mbok Sumi karena penjelasannya, langsung beralih pada sang pekerja yang memotong pembicaraan. Eliana tidak hafal siapa nama pekerja yang ada di hadapannya karena saking banyaknya pekerja. Hanya beberapa yang dia hafal karena memang sering disuruh ini dan itu seperti Danu, Imron dan Damar si pekerja baru.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai seorang pekerja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status