Jurnal Sang Dokter
ucapku yang kemudian segera berjalan ke arah ruang kantor yang ditunjuk.
Aku melihat kantor dalam keadaan sepi, padahal hari itu masih siang, pekerjaan proyek harusnya masih berjalan.
“Permisi, selamat siang,” teriakku. Beberapa saat aku menunggu, akhirnya ada seseorang yang muncul di sana.
“Ada apa?” tanya orang tersebut, dari penampilannya seperti salah satu pekerja bangunan di sana, kaos yang dilapisi rompi merah dan juga topi khas pekerja konstruksi.