SEPEDA TUA WARISAN KAKEK
"Maksudnya, Pak?"
"Ini, 'kan, sepeda karatan dan hanya ada di tukang rosok atau barang bekas yang punya. Aku kemarin punya dan tak kasih orang, nggak level," ujarnya kembali.
Aku masih berdiri di dekat pintu, enggan memperlihatkan diri. Sebenarnya ingin sekali aku menampakkan bahwasanya aku masih disini, tapi alangkah baiknya mendengar apapun pembicaraan yang membuat rasa ini penasaran. Iya, aku selalu kepo dengan cara berpikir keluarga Lek Santoso, selalu saja ingin tahu apapun yang keluarga kami lakukan.
Hot Chapters