ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU
Keringat sebesar jagung memenuhi dahi dan lehernya.
“Oh, enggak. Eh, iya, Cuma sedikit pusing aja, Mbak. Sepertinya masuk angin,” katanya.
“Pantas, keringatmu banyak sekali hingga bajumu basah, apa kamu gerah?” tanyaku semakin mendekatkan pandangan. Bisa kusadari bahwa ia mulai risih karena kutatap seperti itu.
“Iya, kurang enak badan aja kok, Mbak. Maaf, Mbak Nay, aku permisi dulu mau mandi,” ujarnya sembari melangkahkan kaki dengan cepat menuju ke kamar mandi.
Hot Chapters