LOGIN“Kalau kamu nggak mau dimadu, ceraikan suamimu!” Hati Sandra terkoyak tatkala dipaksa berpisah dengan suaminya. Padahal dia sudah mengorbankan segalanya untuk keluarga sang suami. Harta, tenaga, karier, dan waktu. Namun semuanya sia-sia. Dia bahkan dilarang membawa apa-apa ketika diusir. Dibantu adiknya, Sandra berhasil bangkit. Dia kembali memulai kariernya dengan melamar sebagai asisten seketaris. Namun, takdir membawanya bertemu dengan Barra, seorang CEO arogan yang memiliki mood tak menentu. Meski memiliki pribadi yang tak bisa diprediksi, Sandra merasa nyaman di dekat Barra hingga timbulah perasaan cinta dan ingin memiliki. Namun, ia takut terhadap stigma masyarakat jika nekat mengungkapkan perasaannya. Apalagi Sandra menyembunyikan status jandanya kepada Barra maupun orang-orang di kantor. Namun, saat pesona Barra tak lagi mampu diredam, masa lalu Sandra kembali hadir, mengancam memporak-porandakan hidupnya sekali lagi
View MoreSandra tersipu ketika mengintip jendela rumah kontrakannya. Ia melihat mobil Barra berhenti di depan. Jantungnya berderap kencang. Buru-buru, ia mematutkan dirinya di depan cermin. Ia meneliti kembali riasannya. Bedaknya merata, tidak terlalu tebal, tetapi tidak juga tipis. Blush on-nya on point.Ia tak perlu mengenakan bulu mata karena miliknya sudah cukup bagus. Pulasan pada bibirnya tampak natural.Ia menepuk-nepuk gaunnya, menghilangkan kusut yang sempat tercipta ketika membungkuk di depan jendela tadi. Kali ini ia mengenakan dress lengan panjang dengan potongan yang pas tubuh. Warnanya putih tulang, dengan lis hitam di bagian pinggir. Ada hiasan berupa kancing di bagian tengah, mersusun secara vertikal. Rok pada gaunnya selutut tapi tidak berkelim.Rambutnya yang panjang dan berkilau, ia biarkan terurai. Ia sempat meraih jepit rambut, menyematkannya di salah satu sisi, tetapi kemudian melepasnya kembali. jepit itu membuatnya terkesan seperti anak kecil.Ketukan terdengar. Sembari
Wuri bilang pada Sandra untuk tidak usah khawatir. Namun, tetap saja, Sandra gelisah. Dia sudah menelepon Barra beberapa kali, namun panggilannya tak dijawab. Dia juga sudah mengirim pesan, memberi embel-embel kata penting. Namun, sampai jam kantor usai, Barra tak kunjung membalas. Notifikasinya terbaca pun tak ada. Terlihat hanya tanda centang dua pada pesannya.Saat masuk ke bus untuk pulang, Sandra tak tenang. Perasaannya tidak enak. Pikiran buruk mulai menghantuinya. Kenapa Barra tidak menjawab telepon maupun pesannya? Apakah terjadi apa-apa dengannya? Mungkinkah dia tertimpa musibah, kecelakaan misalnya? Kapan? di mana? Apakah saat hendak menemui klien? Atau ketika rapat dadakan? Kenapa pula tadi dia tidak pamit keluar kantor? Apa yang terjadi?Sandra menjadi mual memikirkannya. Ia tak bisa membayangkan tubuh Barra terluka di dalam mobil yang jatuh ke jurang, menunggu bantuan yang tak kunjung datang hingga akhirnya .... Tidak. Sandra tak sanggup. Ia menelepon nomor Barra lagi, tet
Aku harus percaya diri, Sandra bertekad. Ia ingat percakapannya dengan Bu dina dulu. Sebagai kekasih Barra, banyak yang bakal menekannya. Dia tak boleh menyerah atau melempem. Mentalnya harus kuat. Bukankah dia sudh pernah diperlakuka dengan kejam oleh Bu Utami dulu? Seharusnya, Sandra sudah mampu menyesuaikan diri dengan hinaan yang menjtuhkan mentalnya. Dulu, ia sudah bisa menerima omongan kejam mantan mertua dan mantan suaminya. Jadi, seharusnya ia lebih kuat menerima hinaan dari orang lain. Toh, mereka tidak ada hubungannya dengan Sandra.Berbeda dengan Alex dan Bu Utami yang dulu adalah orang terdekatnya. Orang yang dipercayanya, orang yang mestinya melindungi Sandra. Jadi, penghinaan mereka pastinya lebih kejam dari penghinaan yang diterimanya oleh orang luar. Maka dari itu, Sandra bertekad akan menghadapinya dengan percaya diri.Toh, apa sih cacian yang mereka lontarkan padanya? Statusnya sebagai janda? Sandra memang seorang janda. Namun, dia tetaplah wanita terhormat. Dia tak
Dengan lesu, Sandra merebahkan dirinya ke kasur. Hari ini terasa panjang dan melelahkan. Orang-orang seolah menekannya. Ia tahu dirinya hanya orang biasa dan tak pentas mendaptkan Barra. Ia ingin menyerah dan mengakhiri saja. Sempat terlintas dalam pikirannya untuk pergi ke tempat yang jauh, kembali memulai hidup baru. Namun, saat memikirkan berjauhan dengan Barra, dadanya terasa sesak. Sepertinya ia tak sanggup. Meski begitu, bertahan di sisisnya pun rasanya sulit sekali.Ponselnya bergetar sekejap, menandakan sebuah pesan masuk. Rupanya dari Barra. Ia membacanya dan tersenyum. Kemudian, ia menyadari bahwa hanya dengan membaca pesan dari lelaki itu saja mampu membuat hatinya menjadi ringan. Bagimana kalau ia tak lagi berhubungan dengannya? Pasti lebih sulit.Ia mengetik balasan. tetapi sebelum sempat mengirimnya, Barra sudah meneleponnya."Kangen ...," nada manja sang CEO terdengar begitu Sandra menempelkan ponsel ke telinganya. Bibirnya tak bisa menahan senyuman. "Udah makan, belum?
Entah beruntung atau sial, pesawat yang akan membawanya ke Swiss akan terbang dua jam lagi. Sandra kembali ke rumah dan mencari paspor. Untungnya ketemu dan lega ketika mendapati masa berlakunya belum habis. Akan tetapi karena sibuk mencari paspor, ia sampai tak sempat berkemas. Alhasil, ia hanya me
Mudah bagi Barra untuk membuat Alex hancur. Ia sudah mencari tahu tentang lelaki itu, di mana tempatnya bekerja, bagaimana lingkungannya, bahkan berapa kekayaannya. Bisa saja ia membuat lelaki itu dipecat, dimusuhi warga, maupun dibuat bankrut. Namun, ia masih memikirkan perasaan Sandra. Ia takut wa
Keesokan harinya, Sandra izin tidak masuk kerja. Ia kelelahan. Barra pun datang setelah makan siang. Di kantor hanya ada Wuri. Wanita itu tampak sibuk merevisi notulen yang dikirim Sandra tadi pagi ke email-nya.Teleponnya berdering ketika ia memperbaiki susunan kalimat dalam laporan.“Ya, Pak?” sapan
Wanita itu tidak berniat tidur. Ia hanya ingin merebahkan dirinya di tempat yang nyaman. Dan sofa merupakan tempat ternyaman yang bisa ditemukannya saat ini.Matanya masih melek dan keadaanya masih seratus persen sadar. Suara kebyuran air dapat ditangkap oleh indera pendengarannya, akibatnya otaknya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.