Gadis Penipu & CEO Dingin
Penampilan sempurna, gaun berwarna krem yang mahal, perhiasan yang berkilau, dan tatapan yang memancarkan rasa sombong dan yakin bahwa dirinya adalah wanita terbaik yang pantas berdiri di samping Rama Hermawan.
“Maaf, Nona Judith. Silakan duduk sebentar, saya akan melaporkan kedatangan Anda terlebih dahulu kepada Tuan Rama,” ujar Laura sambil berusaha tetap bersikap sopan dan profesional, meski di dalam hatinya merasa tidak nyaman.
“Tidak perlu! Aku bisa masuk sendiri,” potong Judith dengan nada sedikit tinggi, lalu melangkah melewati Laura seolah asisten itu hanyalah penghalang yang tidak penting.