Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dara Ameera

Dara Ameera

Wanita itu tampak menghela napas pelan, untuk menghilangkan kegugupannya, sebelum akhirnya ia menatap sang pendeta dengan yakin. "Saya Dara Ameera, menerima Danu Alfarez, untuk menjadi suami. Mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, sakit dan sehat, untuk saling menyayangi dan menghargai. Hingga maut memisahkan," ucapnya, bersamaan dengan bunyi riuh tepuk tangan dari para tamu, serta kilatan blitz kamera, mengiringi pengesahan ikrar tersebut.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as shams al ma arif
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

"Ghina!" Ghina mendengar suara yang tidak asing bagi telinganya. Ternyata ada Reza yang keberadaannya baru ia sadari. Lelaki itu tampak menghampiri Ghina dengan setengah berlari. "Ada apa?" tanya Ghina. "Makasih," ucap Reza. "Buat?" Ghina tidak paham. "Siomay sama es teh." "Ha?" "Ini." Reza menunjukkan kantong plastik yang berada di tangannya.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as shams al ma arif
Read
+Library
Shalaff The Magic Of Prayer

Shalaff The Magic Of Prayer

Gumamku dalam hati. Tak lama Zahra keluar, " Maaf ya Put. Lama ya... Ntar aku tungguin, kita telat bareng. " "Gak usah, kamu duluan aja. " Ia menggeleng lalu berjalan menuju asrama. *** "Kalian tadi telat?! " Tanya salah satu pengurus takmir yang duduk di sampingku. Rupanya, orang yang kucari ternyata sholat berada tepat di sampingku.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as shams al ma arif
Read
+Library
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

gumam Omran. Selama beberapa bulan terakhir ini, Fatma memiliki ritme kegiatan yang teratur. Tidak sedikitpun dia menggunakan harta peninggalan Omar untuk kebutuhannya sendiri. Berbekal modal yang diberikan Tuan Ayyoub, Fatma mulai membuka usaha kuliner khas Maghriby di kota itu. Setiap hari dia tidak melewatkan untuk mengunjungi makam Omar sebelum pergi ke cafe kecil miliknya. Pernah beberapa kali Nyonya Adeline mencoba mengunjungi Fatma, akan tetapi wanita cantik itu selalu saja tidak terlihat berada di sana. Kali ini Nyonya Adeline mencoba untuk membuntuti Fatma yang akan meninggalkan area pemakaman.
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as shams al ma arif
Show Reviews (50)
Read
+Library
Gladys Shanum
Semoga saja Sabrina dan 2 pasang orangtuanya (kandung dan angkat) mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya pada Fatma. Keren othornya bisa menjadikan cerita ini hidup dan seolah betulan sebagai kisah nyata. Eeh atau memang best on true story ya?
Fitria Sulaeman
Thor, km berhasil memporak-porandakan seluruh hatiku. Hatiku serasa perih dan tercabik², karena tiadanya Omar. Aku merasakan apa yg Fatma rasakan. Ditinggalkan oleh org yg kita cintai, mmng sgt menyakitkan. Krn rindu yg paling brt itu, merindukan seseorang yg sdh pergi meninggalkan dunia untk slmnya
Read All Reviews
Suamiku Mualaf Kaya Raya

Suamiku Mualaf Kaya Raya

Segera saja ia membuka pintu mobil untuk mempersilakan mereka masuk. "Bagaimana acaranya tuan?" Sapa Demian begitu langkah Yudha mendekat padanya. "Meriah," jawab Yudha pendek. Mereka berhenti sejenak karena tiba tiba saja datang seorang pria mengenakan jas hitam Armani menghampiri. Untuk sesaat mata Rahma menyipit tajam karena tidak nyaman dengan pandangan mata pria itu ketika menatapnya.
8.2176.1K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as shams al ma arif
Read
+Library
PREMAN DILAMAR SHALEHAH

PREMAN DILAMAR SHALEHAH

Arash hanya tersedu menatap lelaki yang bernama Zaky itu, sang keamanan itu mengangguk hormat saat sang kyai menunjuk ke arahnya. "Dan dia," kyai Samsul menunjuk pada lelaki yang berdiri di samping Zaky. "Namanya Qomarudin, sebagai Rais 'Am di tempat ini," Arash terharu, air mata haru dan penyelesalan sudah mengenang di matanya sehingga membentuk kaca, sekali saja ia mengerjap. Maka, kaca bening itu akan luruh dan membasahi pipinya. ia pun mengangguk dan memperkenalkan dirinya sendiri tanpa dimintai.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 323 Times as shams al ma arif
Read
+Library
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.5K viewsOn holdAdded to Library 94 Times as shams al ma arif
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status