Memar Termanis
katanya, suaranya terdengar lembut namun tegas.
“Brown sugar macchiato,” jawab seorang pria di depannya tanpa menoleh, pandangannya terpaku pada menu di papan.
“Lalu?” tanya Serena, jemarinya bersiap mengetik pesanan berikutnya.
Namun sebelum pria itu bisa menjawab, suara lain terdengar, memanggilnya dengan nada akrab.
“Serena.”
Refleks, Serena mengangkat kepalanya. Matanya langsung bertemu dengan dua sosok yang tak asing.
Hot Chapters