ISTRI PERTAMA SUAMIKU
Telunjuk Mas Dany menuding wajah Reva, pengacara muda yang duduk hanya terpisah oleh meja di depannya.
Reva tersenyum, gesture tubuh dan raut wajahnya tetap tenang tanpa gelombang. Meski usianya masih cukup muda, pengalaman dan pengetahuannya membuatnya tampak berwibawa. Dia tak sedikitpun merasa terintimidasi oleh tatapan dan telunjuk Mas Dany. Sementara aku, Adam, Cintya dan Denish diam saja.
"Yang menulis ini adalah Mbak Laras. Beliau bahkan menulis ini dengan tulisan tangannya sendiri, sebelas bulan lalu, dalam keadaan sehat dan tanpa tekanan dari siapapun."