Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
“Betul, Nak. Kita cuma salah paham aja. Bukan karena benci, tapi karena sama-sama pengen dicintai dengan cara yang kita pahami.”
Sekar menatap wajah mertuanya, kali ini tanpa rasa takut, tanpa jarak. “Mungkin itu yang disebut siaran hati, ya, Bu… bukan lewat radio, tapi lewat pelukan dan kejujuran.”
Bu Sri mengangguk. “Iya, Sekar. Siaran yang paling jujur adalah yang nggak pakai mikrofon. Cukup hati yang bicara.”